Pilih Bahasa Anda
Selamat Membaca
How To Get Japaneses Name ?

Archive for the ‘Semester II’ Category

Ukuran-ukuran statistik deskriptif dalam pengolahan data bertujuan untuk mendapatkan gambaran ringkas dari sekumpulan data, sehingga kita dapat menyimpulkan keadaan data secara mudah dan cepat. Selain itu, melalui ukuran-ukuran statistik deskriptif ini, kita dapat menentukan jenis pengolahan statistik lebih lanjut yang sesuai dengan karakteristik data kita tersebut.
Berkaitan dengan hal tersebut, seri tulisan ini akan membahas cara mendapatkan ukuran-ukuran statistik deskriptif pada SPSS. Sebagai latihan, misalnya terdapat data umur dan pendapatan dari 18 responden penelitian kita yang telah diinput pada SPSS sebagai berikut:

Perhatikan pada responden ketiga dan responden keempat belas. Pendapatannya disana tertulis 9999. Angka tersebut bukanlah pendapatan dari responden, tetapi adalah kode untuk “missing” data (data yang tidak tersedia). (lihat penjelasan pada tulisan ini untuk memahami cara memperlakukan data yang “missing”).
Selanjutnya untuk mendapatkan ukuran-ukuran statistik deskriptif, klik Analyze > Descriptive Statistics > Descriptives. Akan muncul tampilan berikut:

Pindahkan variabel umur dan pendapatan (yang tadinya ada dikotak sebelah kiri) ke kotak sebelah kanan, dengan cara klik variabel yang bersangkutan, kemudian klik panah yang menuju ke arah kanan. Kedua variabel akan pindah ke kotak kanan seperti yang terlihat pada tampilan diatas.
Selanjutnya, klik Options, akan muncul tampilan berikut:

Terdapat berbagai pilihan ukuran numerik statistik deskriptif dalam SPSS seperti yang terlihat pada tampilan diatas. Sebagai latihan, klik saja semua pilihan tersebut.
Selain itu, juga terdapat pilihan Display Order (urutan tampilan output). Jika diklik pilihan Variable list, maka output akan ditampilkan dengan urutan sesuai dengan urutan variabel yang kita input (dalam contoh ini, tampilan outputnya umur kemudian pendapatan). Jika dipilih alphabetic, maka output akan ditampilkan berdasarkan urutan abjad awal dari nama variabel (dalam hal ini pendapatan kemudian umur). Jika dipilih Ascending means, maka urutan tampilan output dimulai dari variabel dengan rata-rata terkecil. Jika dipilih Descending means, maka urutan tampilan output dimulai dari variabel dengan rata-rata terbesar. Dalam contoh kita diatas, kita ambil pilihan Variable list
Setelah mengambil pilihan-pilihan yang diinginkan, klik Continue dan klik OK. Akan muncul output statistik deskriptif sebagai berikut:

Seperti yang terlihat pada bagian 1 tulisan ini, output SPSS untuk statistik deskriptif terdiri dari 14 kolom. Masing-masing kolom akan dijelaskan sebagai berikut:
Kolom pertama dari output menunjukkan variabel yang diolah.
Kolom kedua adalah jumlah observasi. Perhatikan bahwa untuk umur responden, jumlah observasi adalah 18, sedangkan untuk pendapatan responden adalah 16. Mengapa ? Karena dua observasi sesuai dengan contoh latihan kita adalah data missing. SPSS dalam hal ini hanya akan mengolah data yang valid dengan mengeluarkan data missing.
Kolom ketiga adalah range (jarak). Range merupakan pengukuran yang paling sederhana untuk dispersi (penyebaran) data. Rumus untuk range adalah:
Range = nilai maksimum – nilai minimum
Dalam kasus kita, misalnya range untuk umur adalah 37, karena nilai maksimum 57 dan nilai minimum 20.
Kolom keempat adalah nilai minimum (terendah) dari data
Kolom kelima adalah nilai maksimum (tertinggi) dari data
Kolom keenam adalah jumlah (sum) dari keseluruhan data.
Kolom ketujuh adalah nilai rata-rata, yaitu jumlah dibagi dengan banyaknya observasi. Dalam kasus umur = 658/18 = 36.56
Kolom kedelapan adalah standar error dari rata-rata (Standard error of Mean).
Ini adalah pengukuran untuk mengukur seberapa jauh nilai rata-rata bervariasi dari satu sampel ke sampel lainnya yang diambil dari distribusi yang sama.
Apa perbedaan standard error (of mean) dengan standar deviasi (kolom kesembilan)?.
Kalau standard deviasi adalah suatu indeks yang menggambarkan sebaran data terhadap rata-ratanya, maka standard error (of mean) adalah indeks yang menggambarkan sebaran rata-rata sampel terhadap rata-rata dari rata-rata keseluruhan kemungkinan sampel (rata-rata populasi).
Pengukuran ini berguna, terutama untuk menjawab pertanyaan “seberapa baik rata-rata yang kita dapatkan dari data sampel dapat mengestimasi rata-rata populasi ?”
Cara menghitung standard error dari rata-rata (misalnya untuk umur) adalah:

Dimana SE = standar error dari rata-rata
S = standar deviasi (lihat kolom 9)
n = jumlah observasi
Kolom kesembilan adalah standar deviasi, yang dihitung dengan rumus:

Sebagai contoh perhitungan untuk standard deviasi umur sebagai berikut:


Kolom kesepuluh adalah varians dari data. Secara matematis, varians dan standar deviasi saling terkait, dimana standar deviasi adalah akar varians, atau varians adalah kuadrat dari standar deviasi. Dengan demikian untuk varians umur adalah 10.999^2 = 120.967

Pada bagian ketiga ini, kita akan membahas mengenai skewness dan standar errornya serta kurtosis dan standar errornya sebagai bagian dari output statistik deskriptif SPSS yang ada pada kolom kesebelas sampai kolom keempatbelas.

Kolom kesebelas adalah skewness data. Skewness merupakan alat ukur dalam menelusuri distribusi data yang diperbandingkan dengan distribusi normal. Skewness merupakan pengukuran tingkat ketidaksimetrisan (kecondongan) sebaran data di sekitar rata-ratanya. Distribusi normal merupakan distribusi yang simetris dan nilai skewness adalah 0. Skewness yang bernilai positif menunjukkan ujung dari kecondongan menjulur ke arah nilai positif (ekor kurva sebelah kanan lebih panjang). Skewness yang bernilai negatif menunjukkan ujung dari kecondongan menjulur ke arah nilai negatif (ekor kurva sebelah kiri lebih panjang).
Rumus skewness adalah sebagai berikut:

Sebagai contoh, perhitungan skewness untuk data umur adalah sebagai berikut:


Kolom keduabelas adalah standar error dari skewness. Untuk menghitung standar error dari skewness ini (sebagai contoh umur) adalah sebagai berikut:

Kolom ketiga belas adalah Kurtosis. Sebagaimana skewness, kurtosisi juga merupakan alat ukur dalam menelusuri distribusi data yang diperbandingkan dengan distribusi normal. Kurtosis menggambarkan keruncingan (peakedness) atau kerataan (flatness) suatu distibusi data dibandingkan dengan distribusi normal. Pada distribusi normal, nilai kurtosis sama dengan 0. Nilai kurtosis yang positif menunjukkan distribusi yang relatif runcing, sedangkan nilai kurtosis yang negatif menunjukkan distribusi yang relatif rata.
Rumus kurtosis adalah:

Contoh perhitungan untuk data umur sebagai berikut:

Sehingga kurtosisnya adalah:

Kolom keempat belas adalah standar error dari kurtosis, yang dihitung dengan rumus berikut:

Dimana Ses adalah Standar error dari skewness yang telah kita hitung sebelumnya.
Dengan demikian, standar error kurtosis untuk kasus umur dalam latihan kita adalah:

(catatan: jika anda mendapatkan hasil yang sedikit berbeda, itu karena proses pembulatan)

Http://tip-trik-spss.blogspot.com

  1. Dalam menjalankan tugasnya sehari-hari seorang manajer pasti akan membutuhkan yang namanya karyawan sebagai orang yang akan menjalankan secara langsung tugas-tugas yang menjadi kewajiban dalam perusahaan, sehingga membuat manajer harus jeli dalam memilih karyawan guna penyesuaian kebutuhan akan tanggung jawab dan flaksibilitas dibandingkan kegunaan TI, jadi dalam pengaplikasiannya perlu sekali bagi seorang manajer memperhatikan hal-hal berikut dalam mengukur kinerjanya dan kinerja karyawannya yang baik demi mencapai tujuan dari tugas divisi atau bagiannya seperti berikut :
  • Proses pemilihan pegawai
  • Meyakinkan bahwa pegawai telah dilatih dengan cukup
  • Memutuskan dan menempatan pegawai yang sesuai dalam organisasi
  • Memberi wewenang dan tanggung jawab
  • Disiplin, memberi nasihat , dan saran
  • Meyakinkan bahwa lingkungan kerja yang memuaskan
  • Membantu memecehkan masalah
  • Menyetujui tindakan yang diusulkan , diambil dan yang tidak boleh diambil Pegawai
  • Berinteraksi dengan manajer lain
  • Kerjasama dalam rangka memecahkan masalah yang menghambat pekerjaan pusat pertanggungjawaban
  • Berusaha menciptakan iklim yang mendorong pekerjaan untuk berkerja secara efektif dan efisien.

Sehingga pada suatu ketika seorang manajer dihadapkan pada situasi yang dimaksud pada soal ini ia dapat mengatasinya dengan baik karena telah mampu membuat hubungan yang baik antar sesama karyawan dalam perusahan yang membuat jalanya jadi lebih muda dalam menangani masalah-masalah dengan bekerja sama.

  1. Menurut saya Itu ada baiknya dan ada buruknya, Kenapa? Dari sisi baiknya Karena Faktor utama PayPal menggunakannya yaitu dengan disesuaikannya kebutuhan dari PayPal itu sendiri agar dapat lebih efektif pemanfaatan TI itu baik dari Pihak PayPal itu atau Konsumennya. Sedangkan dari sisi buruknya adalah apa yang telah dilakukan oleh PayPal adalah sebuah pelanggaran kode etik dalam sebuah perusahaan yang akan berdampak buruk pada perkembangan dan kemajuan teknologi di dunia nantinya, jika terus dibiarkan untuk mengembangan teknologi tapi tidak dibarengi dengan pengakuan dalam bentuk lisensi dari badan pengatur hal tersebut untuk PayPal itu sendiri.

Sebagai contoh :

Saat ini telah banyak terjadi kasus-kasus yang serupa atau mungkin dapat dikatakan mirip seperti yang telah kita bahas sebelumnya, seperti pembajakan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab dalam berbagai macam hal yang dapat kita lihat di media informasi seperti : pembajakan teerhadap atm, situs-situs tertentu, dan beberapa teknologi lainnya. Sehingga membuat kita berfikir betapa bahayanya kegiatan PayPal yang tak memperhatikan pentingnya pengadaan lisensi bagi teknologi yang telah mereka ciptakan.

  1. Dalam pertanyaan ini juga kita dapat menarik kesimpulan dari dua sisi yaitu baik dan buruk, untuk sisi baiknya adalah dengan tidak menjual teknologi temuan mereka ini dapat membuatnya menjadi keunggulan tersendiri bagi  PayPal karena mereka telah memahami seluk beluk dari teknologi ciptaan mereka sendiri disbanding orang lain yang hanya dapat mengikuti atau mempelajari perkembangan saja tanpa mengetahuinya secara detail karena kerahasiaan dari teknologi itu sendiri yang telah di proteksi oleh pihak PayPal.

Untuk sisi buruknya adalah mungkin sulit bagai PayPal kedepan jika perusahaan lain mampu untuk meniru hasil dari  teknologi mereka dan PayPal tak dapat berkata karena seperti apa yang dijelaskan pada studi kasus sebelumnya bahwa PayPal tidak memiliki atau membuat lisensi atas temuan teknologinya itu, sehingga yang ditakutkankedepannya hal tersebut dapat menjadi bumerang bagi PayPal itu sendiri.

 

  1. Pada presentasi kami sebelumya telah kami sajikan 3 situs berbeda dan untuk kita identifikasikan segi perbedaan dan kesamaan yang terdapat dari ketiga hal tersebut antara lain:
  • Facebook

ü  Tampilan Berbeda dengan koprol dan twitter

ü  Memiliki batas pertemanan

ü  Dapat mengunggah foto dan video tanpa batas

ü  Dapat berteman hanya dengan orang tertentu

ü  Berbagi kronologi yang lebih tertata rapi pada situsnya

ü  Tingkat privacy yang baik

  • Twitter

ü  Tampilan daras memiliki sedikit persamaan dengan koprol tapi berbeda jauh dengan facebook

ü  Akses jangkauan luas diseluruh dunia

ü  Dapat berbagi foto melalui upload tweet

ü  Dapat berteman sama siapa saja tanpa menunggu persetujuan

ü  Dapat memiliki teman tanpa batas

ü  Tingkat privacy yang baik

  • Koprol

ü  Segi tampilan terdapat perbedaan dengan tweeter akan tetapi dari segi penggunaan konten dan beberapa hal terdapat kemiripan diantara keduannya

ü  Area akses yang masih kurang luas dibandingkan tweeter dan facebook

ü  Dapat di akses melalui yahoo dan google akun

ü  Dapat memiliki teman berapa banyak pun kita mau seperti tweeter

 

  1. Dalam menjawab pertanyaan ini kita dapat membuatnya dalam beberapa implementasi dari pengaplikasian jawaban itu sendiri dari beberapa faktor yang  mungkin berpengaruh dalam minat kita untuk menggunakan sebuah situs, dan mungkin sedikit contoh seperti :
  • Faktor Negara

Faktor ini berhubungan langsung dengan alasan kemudahan untuk mengakses layanan tatap muka lebih mudah jika terjadi trouble contoh : PayPal disbanding dengan Internet Banking pada Bank BCA

  • Faktor Produk

Produk menjadi factor penting juga dalam menggunakan hasil maupun jasa dari sebuah perusahaan contohnya : kita lebih suka rasa Indomie Indonesia yang sudah akrab dilidah kita dibanding Maggie buatan malaysia yang memiliki perbedaan rasa  yang saya rasa cukup besar

  • Faktor Budaya

Faktor budaya biasanya pemicu penting dalam penggunaan situs-situs web , karena dapat kita bedakan budaya Indonesia yang  kental akan nuansa ke islaman yang menjadi ciri khas Negara ini di bandingkan dengan kebebasan dalam mengakses maupun berbagi situs di Amerika yang sangat bebas tanpa batasan.

 

 

 

 

 

 

 

Nama                           : Kasmianto

NIM                            : 01111075

Jurusan                        : Akuntansi

HP                               : 085246506765

e-mail                          : antho.kasmianto@gmail.com or kasmiantothebest@yahoo.com

Pekerjaan                     : Mahasiswa

 

1.  A)   Iya, Dapat dilihat sebelumnya dalam pembahasan kami di studi kasus yang telah kami bahas sebelumnya yaitu mengenai PayPal, dimana PayPal yang mengembangkan bisnisnya melalui Internet yang pastinya berhubungan langsung dengan penggunaan TI/SI pada pengaplikasiaannya dalam keseharian kita, jadi dapat kita simpulkan bahwa penerapan TI/SI pada suatu organisasi atau perusahaan sudah dapat dikatakan selaras dengan tujuan dan kebutuhan perusahaan atau organisasi tersebut.

Sebagai Contoh :

Saat ini kita sudah dapat merasakan kelebihan itu pada penggunaan PayPal, dimana kita dapat mengaksesnya dimana pun dan kapan pun tanpa mendapati kendalaan dalam menggunakannya, karena PayPal saat ini sudah biasa digunakan atau diakses dalam beberapa bahasa dibelahan dunia, serta yang pastinya karena dukungan TI/SI membuatnya mudah untuk dipergunakan.

B)      Menurut saya penrapan TI/SI pada perusahaan mengalami kesuksesan, berkat kerja keras dan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh orang-orang berada dibidang atau divisi TI/SI pada sebuah perusahaan, seperti apa yang telah diterangkan pada studi kasus mengenai keberhasilan yang telah dicapai oleh PayPal.

Sebagai Contoh :

Kesuksesan yang telah diraih oleh PayPal dalam menjalankan usahanya membuat kita dapat berkaca pada hal yang sebenarnya yaitu betapa pentingnya peran TI/SI sehingga membuat PayPal dapat digunakan di Negara mana pun karena kemudahan-kemudahan yang dengan mudah kita peroleh, hingga membuat PayPal dapat berkembang sebagai bank digital perantara pembayaran yang bersifat global dan banyak diminati oleh orang-orang dibelahan dunia dalam bertransaksi secara online.

C)  Ada beberapa hal yang menjadi faktor terjadinya kegagalan atau pun kesuksesan dalam penerapan TI/SI pada sebuah perusahaan sebagai berikut :

 

  1. Faktor yang mempengaruhi kesuksesan penerapan TI/SI pada sebuah perusahaan
  • Adanya dukungan dari Manajemen Eksekutif sebuah perusahaan
  • Keterlibatan Pengguna Akhir TI/SI perusahaan ( Konsumen )
  • Penggunaan yang sesuai pada kebutuhan perusahaan
  • Perencanaan yang matang
  1. Faktor yang memepengaruhi kegagalan penerapan TI/SI pada sebuah perusahaan
  • Kurangnya dukungan dari Manajemen Eksekutif dan pemakai akhir ( Konsumen )
  • Ketidak pastian dari kebutuhan TI/SI pada sebuah perusahaan
  • Kurangnya tenaga SDM yang sesuai dan berkompeten pada bidangnya
  • Inkompetensi secara Teknologi
  • Kurang jelasnya Strategi dan Tujuan penerapan TI/SI saat akan menerapkannya pada perusahaan

2.         Menurut saya, Indonesia termasuk Negara yang mampu untuk mengikuti arus perkembangan Teknologi masa kini dari sisi penerapan dan penggunaan TI/SI pada sebuah perusahaan demi memberikan kelancaran dan kemudahan dalam bertransaksi antara konsumen dan pihak perusahaan yang ada di Indonesia, hal itu dapat dilihat dari berbagai inovasi dan hasil-hasil yang telah terwujud dalam berbagai sektor seperti Perbankan, Asuransi, Penerbangan dan Beberapa Perusahaan Lainnya.

Sebagai Contoh :

1. Pada bidang  Asuransi saat ini sudah menerapkan pemakaian TI/SI dalam berbagai hal seperti  Administrasi Klaim, Administrasi Kesehatan, Administrasi Kehidupan, dan Lain Sebagainya.

2. Pada Perusahaan Perbankan saat ini yaitu adanya system yang kita kenal dengan DB ( Direct Banking ) yang diterapkan secara baik oleh Bank Bali, dan Internet Banking  oleh Bank BCA.

3. Penerapan Konsep Low Cost carrier (LCC) oleh perusahaan Penerbangan Indonesia  yang terwujud dengan sistem pemesanan secara Online dan seluruh kegiatannya dengan bantuan dari TI/SI pada sebuah perusahaan contoh : AirAsia, Mandala, Lion Air, Sriwijaya Air, dan Lain-lain.

3.  Sesuai dengan apa yang tertera dan tertulis di Instruksi Presinden Republik Indonesia Tahun 2009 Tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif 2025 menjadi acuan saya dalam membuat jawaban dari pertanyaan pada soal ini sebagai berikut :

A) Peran TI/SI dalam menjalankan misi atau pun tugas ini sangat banyak, karena sesuai dengan apa yang ingin dicapai oleh pemerintah pada kegiatan ini yang jelas sekali tertuang didalamnya berbagai macam hal yang ingin dicapai yaitu : 14 subsektor industri kreatif, yaitu periklanan, arsitektur, pasar barang seni, kerajinan, desain, fesyen, video-film-dan fotograf, permainan interaktif, musik, seni pertunjukkan, penerbitan dan percetakan, layanan komputer dan piranti lunak, televisi dan radio, dan riset dan pengembangan. Hampir semua hal tersebut dapat berhubungan dengan TI/SI, untuk contoh periklanan dimana semua perusahaan pasti butuh untuk mengiklankan produknya entah itu dari Televisi, Radio, Internet, Majalah, bahkan melalui brosur-brosur, dan tentunya semua hal itu akan terhubung dengan penggunaan TI/SI agar dapat dengan mudah, tepat waktu dan efisien dikerjakannya.

Sebagai Contoh :

  • Untuk sektor periklanan di Indonesia seperti yang kita ketahui untuk periklanan bias didapatkan diberbagai media seperti Televisi, Radio, Koran, Brosur, Internet dan lain-lain, semua hal ini pasti terhubung dengan yang namanya TI/SI, dalam mendukung hal tersebut sebagai contoh nyata dari hal tersebut adalah saat ini telah hadir tempat percetakan 24 jam yang semua sistemnya didukung dengan kecanggihan TI/SI seperti pemandangan yang dapat kita lihat 24 jam di Ciddo Foto Copy & Printing Klampis. Di sana semua pengerjaan dan kegiatan dari perusahaan tersebut terhubung langsung dari 1 komputer ke computer lain dan juga pastinya terhubung dengan internet untuk melayani konsumen via online, hal ini lah yang menjadi bukti dukungan masyarakat akan pembentukan dan perwujudan dari target kegiatan pemerintah tersebut, dengan bantuan TI/SI dalam penerapannya.
  • Atau Contoh berikutnya yang bersifat umum yaitu Permainan Interaktif untuk saat ini kita tahu di Negara kita banyak sekali orang yang suka bermain games / permainan yang sudah banyak disajikan dan di akses dengan menggunakan komputer maupun di internet, menurut saya hal yang 1 ini akan lebih mudah untuk di wujudkan melihat minat dan ketertarikan dari berbagai kalangan orang, anak kecil, dewasa, bahkan sampai orang tua. Contoh simpelnya saat ini banyak sekali orang yang berlomba-lomba bermain games secara online dengan akses Facebook di Internet seperti Mario Bros, Angry Bird, Pejuang Semut, dan lain-lain, yang secara otomatis dengan bantuan TI/SI.

B) Faktor yang mungkin dapat mempengaruhi kesuksesan atau pun kegagalan dalam penerapan TI/SI untuk  kegiatan pemerintah ini menurut saya sebagai berikut :

  • Faktor yang mungkin mempengaruhi kesuksesan penerapan TI/SI untuk mendukung kegiatan pemerintah :

ü  Adanya dukungan yang baik dari berbagai macam perusahaan yang telah menerapkan TI/SI dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan sehingga bias menjadi acuan dalam penerapan TI/SI di berbagai sektor Industri yang berkaitan langsung dengan kegiatan ini.

ü  Dukungan pemerintah yang baik dalam penerapan kegiatan ini dengan penyediaan tenaga yang handal dan sesuai pada bidang melalui pengadaan pembelajaran di bangku perguruan tinggi yang dispesifikasikan dengan menyesuaikan akan kebutuhan dari Negara.

ü  Respon yang baik dari masyarakat akan penerapan TI/SI yang menjadi tolak ukur utama dalam perkembangan penerapan TI/SI itu sendiri untuk pencapaian tujuan dari kegiatan pemerintah ini, seperti adanya ketertarikan beriklan melalui internet, bermain games online, mengerjakan kegiatan desain, arsitek, foto dan lain-lain dengan bantuan TI/SI yang telah ada.

  • Faktor yang mungkin mempengaruhi kegagalan penerapan TI/SI untuk mendukung kegiatan pemerintah :

ü  Ketidak Jelasan dari tujuan pengunaan TI/SI itu sendiri dalam penerapaannya di dalam mendukung kegiatan ini.

ü  Kurangnya penggunaan TI/SI di beberapa kota / kabupaten yang masih belum memiliki sarana dan fasilitas yang memadai untuk mendukung kelancaran kegiatan ini.

ü  Masih kurangnya atau tidak meratanya pembagian tenaga SDM handal atau kurangnya pengetahuan masyarakat di berbagai daerah pedalaman.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama                  : Kasmianto

NIM                    : 01111075

Jurusan             : Akuntansi

HP                       : 085246506765

e-mail                : antho.kasmianto@gmail.com Or kasmiantothebest@yahoo.com

Pekerjaan         : Mahasiswa

 

1. Berdasar studi kasus (C4,C5,C9, C12,C13, C14, C17) yang telah dibahas dikelas,
a. Apakah penerapan TI/SI (Teknologi Informasi/Sistem Informasi) sudah selaras
dengan tujuan dan kebutuhan organisasi? Mengapa? Jelaskan dan berikan contoh
untuk mendukung jawaban Anda!
b. Apakah penerapan TI/SI pada perusahaan mengalami kesuksesan ataukah
sebaliknya, mengalami kegagalan? Mengapa? Jelaskan dan berikan contoh untuk
mendukung jawaban Anda!
c. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan dan kegagalan penerapan
TI/SI pada perusahaan!
2. Bagaimana penerapan IT/IS pada perusahaan di Indonesia? Jelaskan pendapat Anda dan
berikan contoh untuk mendukung jawaban Anda!
3. Departemen Perdagangan Republik Indonesia memiliki program Pengembangan Industri
Kreatif Menuju Visi Ekonomi Kreatif Indonesia 2025.
a. Bagaimana peranan IT/IS dalam pengembangan industri kreatif di Indonesia?
Jelaskan pendapat Anda dan berikan contoh untuk mendukung jawaban Anda!
b. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan dan kegagalan penerapan
TI/SI untuk mendukung industri kreatif di Indonesia!

 

Source Mrs. Awalludiyah Ambarwati, S.Kom., M.M. Official Site…
 Godd Luck… 

You Have Been Employed in the information services division of The Pet store’s parent company in Cader Rapids for 10 years, working your way up director of systems development. last month you were picked to be the CIO for the new German subsidiary, which was acquired from the former owners through an exchange of stock. The Former CIO resigned, and you are taking her place.

Robert Jones, is being retained as The Pet Store AG president, and you briefly met with him upon your arrival in frankfurt. You have never worked Europe but have heard stories of how business practices differ from those in the United State. You touched on this in your conversation with robert and expressed an interest in establishing a high level of ethics in the IS operation. You briefly outlined a 10 stap action plan that you had read about in a magazine article by Donn Parker. You were surprised to learn that The Pet Store AG has no overall ethics culture  no corporate credo, ethnics, or ethnic code. However,  things are not all bad. Robert was not opposed to you pursuing your own program to ensure an ethical computing operation ” Go ahead and do whatever you need to, ” he said.

you go back to your office and retrieve parker’s article from one of your boxes. in glancing over it you see that some of the step will not difficult to take a company with no ethics culture. However, some of the step cause you to have second thought about your decision to go it alone. you decide to write a memo to Robert, listing 10 step and, for each, assigning a level of difficulty. your strategy will be to use this list as a means of persuading Robert that he needs to start working on an ethics culture.

Assignment

1. Begin your memo with paragraph summarizing the effect of a lack of corporate ethics culture on your efforts to achieve ethic in IS. The purpose of this paragraph is to get Robert’s attention concerning the subject of ethics.

2. List the steps of your IS ethics action plan. For each, add the note, ” Level of difficulty  ” followed by a value ranging from 0 ( for not difficult ) to 10 ( For Extremely difficult ) the level of difficulty will assume that no ethics culture exists. The purpose this section is to drive home the point that an ethnic culture is necessary.

3. Follow your action plan with another list of the step that you recommend Robert should take in establishing an ethnics culture. For each step, explain briefly how it will be accomplished. Be Specific in terms of any support you can provide.

Source

Books From

Mcleod and Schell

Management Information Systems

Eighth Edition

SRaymond Mcleod, Jr. & George Schell

Structure / Strategy MS GS IS TS
Worldwide Fuctional Division
International Divisions
Geographic Regions
Worldwide Product Division

 

Information :

MS : Multinational Strategy

GS : Global Strategy

IS : International Strategy

TS : Traditional Strategy

 

Source

Books From

Mcleod and Schell

Management Information Systems

Eighth Edition

SRaymond Mcleod, Jr. & George Schell

Draw a grid with the four MNC organizational structures down the left-hand side and the four global business strategies across the top. In each cell, give a grade ( A to F ) that represents how well you believe the structure supports the strategy. For example, you might believe that support of a multinational strategy by the worldwide functional division structure gets an F.

 

Source

Books From

Mcleod and Schell

Management Information Systems

Eighth Edition

SRaymond Mcleod, Jr. & George Schell

Your are the sales manager for athens computer sales and service, the largest distributor of computing hardware and software in Greece, your firm represents all the world’s leading hardware and software vendors.

Your are in your office one day, working up a sales plant for the coming year, one that will guide the sales force. A friend of yours, who teaches at a local university, recently  faxed on you a copy of a study of computer use by Greek corporation managers. two of the tables in the article were especially interesting. one ( see table 4.2 ) Show the location of Greek managers in their organizations and the average number of hours per week that they use their  computers. The other ( see table 4.3 ) shows the hardware and software used. you are trying to figure how to incorporate that information into your plan.

Before you  received the report of the study, you and yours boss, the owner, had decided to focus your sales efforts on coordination. if the sales reps can show the managers in Greek MNCs how your hardware and software will help them better coordinate their global resources, the other should start rolling in.

you know from your marketing research that most MNCs have an organizational structure based on worldwide functional divisions, and they pursue transnational strategies. The firms manufacture subassemblies to the subsidiaries, where they are assembled into finished products.

you intend to aim yours sales plant at this specific target market. You want to take are a rifle rather than a shotgun approach. in other words, you want to aim your sales efforts at precisely the point where they will do not most good. you believe this to be much more effective than trying to sell everything to everybody.

 

Assignment

Make two sales plants –  one for selling to an MNC parent and one for selling to its subsidiary offices. For each plan, specify  the following :

  • The particular management level that the sales rep should contact to have maximum chance of a sale.
  • The particular  functional area ( other than IS ) the sales rep should contact.
  • T he type of hardware ( recommend only one ) a manager on the selected level in the selected functional area should use.
  • The type of software ( you can recommend more than one ) than will enable the manager to coordinate the resources for which he or she responsible.

For each of your specifications, explain briefly ( in one to three sentences ) why the particular choice was made. Title on list ” sales Plans for Parent ” and the other list ” Sales plan for subsidiary Offices “. Keep your plans short and sweet; the sales reps don’t like to do a lot of reading. for each list, include only the four points specified above.

Source

Books From

Mcleod and Schell

Management Information Systems

Eighth Edition

SRaymond Mcleod, Jr. & George Schell

MAKALAH

STATISTIK BISNIS

Pertemuan – X

“ VARIABEL 

 

Oleh   :

Nama                         :           KASMIANTO

NIM                            :           01111075

Fakultas                    :          Ekonomi

Jurusan                     :           Akuntansi

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NAROTAMA

2011 / 2012

VARIABEL

Penelitian merupakan kegiatan menguji hipotesis, yaitu menguji kecocokan antara teori dengan fakta empirik di dunia nyata. Hubungan nyata ini lazim dibaca dan dipaparkan dengan bersandar kepada variabel, sedangkan hubungan nyata lazim dibaca dengan memperhatikan data tentang variabel itu. Variabel adalah suatu sebutan yang dapat diberi nilai angka (kuantitatif) atau nilai mutu (kualitatif). Variabel merupakan pengelompokan secara logis dari dua atau lebih atribut dari objek yang diteliti. Atribut itu misalnya : Tidak sekolah, tidak tamat SD, tidak tamat SMP. Maka variabelnya adalah tingkat pendidikan dari objek penelitian itu. Variabel tingkat pendidikan merangkum semua atribut tadi.

Variabel merupakan suatu istilah yag berasal dari kata vary dan able yang berarti “berubah” dan “dapat”. Jadi kata variabel berarti dapat berubah. Oleh sebab itu setiap variabel dapat diberi nilai, dan nilai itu berubah-ubah. Nilai itu berupa nilai kuntitatif maupun kualitatif. Ukuran kuantitatif maupun kualitatif suatu variabel adalah jumlah dan derajat atributnya.
Dilihat dari segi nilainya, variabel dibedakan menjadi dua, yaitu variabel diskrit dan variabel kontinu.. Variabel diskrit nilai kuantitatifnya selalu berupa bilangan bulat, Variabel kontinu nilai kuantitatifnya bisa berupa pecahan. Apabila diambil dua bilangan bulat yang wajar sebagai nilai variabel, terdapat tak hingga banyaknya angka-angka yang mungkin menjadi nilai dari variabel yang sedang diukur itu. Ini jika digambarkan akan memberi kesan bahwa nilai-nilai variabel itu bersambung atau kontinu. Data adalah hasil pengukuran atau penghitungan nilai-nilai suatu variabel. Yang dimaksud dengan pengolahan data pada prinsipnya adalah upaya penyajian dan pembacaan hubungan-hubungan yang ada antarvariabel. Menurut Narbuko dan Ahmadi, hubungan antarvariabel dapat berupa:

  • (a) Hubungan simetris, yaitu hubungan variabel yang satu tidak disebabkan oleh yang lainnya.
  • (b) Hubungan timbal balik, yaitu hubungan suatu variabel dapat menjadi sebab dan akibat dari variabel lainnya,
  • (c) Hubungan asimetris, yaitu hubungan variabel satu mempengaruhi variabel lainnya.

Yang termasuk hubungan variabel simetris:

  1. Pertama, kedua variabel merupakan indikator dari sebuah konsep yang sama. Misalnya: Kalau “mengerjakan cepat selesai” sedang “hasilnya tepat”, maka kedua variabel tersebut merupakan indikator dari seorang yang intelegen”. Hal ini dapat diartikan kalau “karena cepat” lalu “hasilnya tepat” atau sebaliknya; “jantung yang berdenyut semakin cepat sering dibarengi keluarnya keringat tanda kecemasan“ namun demikian, tidak kdapat dikatakan “jantung yang berdebar cepat menyebabkan tangannya berkeringat” dan sebagainya.
  2. Kedua, variabel merupakan akibat dari suatu faktor yang sama; meningkatkan pelayanan kesehatan dibarengi pula dengan bertambahnya pesawat udara. Kedua variabel tidak saling mempengaruhi, tetapi keduanya merupakan akibat dari peningkatan pendapatan.
  3.  Ketiga, kedua variabel lsaling berkaitan secara fungsional, “dimana yang satu beradayang ;lainnya pun pasti di sana”. “Di mana ada guru, di sana ada murid”, di mana ada majikan, di sana ada buruh”.
  4. Keempat, “hubungan yang kebetulan semata-mata”. Seorang bayi ditimbang lalu mati keesokan harinya. Berdasarkan kepercayaan, kedua peristiwa tersebut dianggap berkaitan, tetapi di dalam penelitian empiris tidak dapat disimpulkan bahwa bayi tersebut meninggal karena ditimbang.

Hubungan timbal balik disini bukanlah hubungan, di mana tidak dapat ditentukan variabel yang menjadi sebab dan variabel lyang menjadi akibat. Tetapi yang dimaksudkan di sini adalah apabila suatu waktu, variabel x mempengaruhi variabel Y, sedang pada waktyu yang lain, variabel Y mempengaruhi variabvel X.

Contohnya “ penanaman modal mendatangkan keuntungan dan pada gilirannya keuntungan akan memungkinkan penanaman modal. Jelasnya: ‘variabel terpengaruh dapat menjadi variabel pengaruh”.

Dalam hubungan asimetris ini ada beberapa ketentuan hubungan sebagai berikut:

  • Pertama, hubungan antara stimulus dan respons. Hubungan yang demikian itulah merupakan salah satu hubungan kausal, yang lazim dipengaruhi para ahli. Contonya, seorang insinyur pertanian mengamati adanya pengaruh pupuk terhadap buah yang dihasilkannya; seorang psikolog meneliti pengaruh kerasnya musik terhadap tingkah konsentrasi. Seorang pendidik mengamati pengaruh metode mengajar terhadap prestasi belajar para siswa.
  • Kedua, hubungan antara disposisi dan respon. Disosisi adalah kecenderungan untuk menunjukkan respons t ertentu dalam situasi tertentu, bila ‘stimulus” datangnya pengaruh dari luar dirinya, sedangkan “disposisi” berada dalam diri seseorang. Contoh: Sikap kebiasaan, nilai, dorongan, kemampuan, dan lain sebagainya. Suatu respon sering diukur dengan mengamati tingkah laku seseorang, misalnya: pemakaian konstrasepsi, migrasi, perilaku inivasi dan sebagainya.
  • Ketiga hubungan antara diri individu dan disosisi atau tingkah laku. Artinya ciri di sini adalah sifat individu yang relatif tidak berubah dan tidak dipengaruhi lingkungan, seperti seks, suku bangsa, kebangsaan, pendidikan, dan lain-lain.
  • Keempat, hubungan antara parekondisi yang perlu de4ngan akibat tetentu. Contoh: agar pedagang kesil dapat memperluas usahanya diperlukan antara lain persyaratan pinjaman bank yang lunak, hubungan antara kerja keras dengan keberhasilan jumlah jam belajar dengan nilai yang diperoleh.
  • Kelima, hubungan yang imanen antara dua variabel. Di dalam hubungan ini terdapat jalinan yang erat antara variabel satu dengan variabel yang lain. Jelasnya: apabila variabel yang satu berubah, maka variabel yang lain ikut berubah. Contonya hubungan antara semakin besarnya syatu organisasi dengan semakin rumitnya peraturan yang ada.
  • Keenam, hubungan antara tujuan (ends) dan cara (means). Contonya: penelitian tentang hubungan antara kerja keras dan keberhasilan. Jumlah jam belajar dengan nilai yang diperoleh pada waktu ujian, besarnya penanaman modal dengan hasil keuntungan.

 

 

Pengukuran Variabel

Pengukuran variabel adalah penting bagi setiap penelitian sosial, karena dengan pengukuran itu penelitian dapat menghubungan kosep yang abstrak dengan realitas. Proses pengukuran mengandung empat kegiatan pokok sebagai berikut: Pertama, menentukan indikator untuk dimensi-dimensi variabel penelitian.. Variabel penelitian sosial pada umumnya memiliki lebih dari satu dimensi. Semakin lengkap dimensi yang digunakan dari satu variabel yang dapat diukur akan semakin baik hasil pengukurannya. Kedua menentukan masing-masing dimensi. Ukunan ini dapat berupa item (pertanyaan) yang relevan dengan dimensinya. Ketiga, menentukan ukuran yang akan digunakan dalam pengukuran apakah tingkat ukuran nominal oardinal, interval atau rasio. Keempat, menguji tingkat validitas dan areliabilitas sebagai kriteria alat pengukuran yang baik. Alat pengukur yang baik, apabila alat itu dapat mengungkap relaita itu dengan tepat.

Merumuskan definisi operasional variabel-variabel.
Setelah variabel-variabel diidentifikasikan, dan diklasifikasikan, maka variabel-variabel tersebut perlu didefinisikan secara operasional (Bridgman, 1972). Penyusunan definisi operasional ini perlu, karena difinisi operasional itu akan menunjuk alat pengambil data, mana yang cocok untuk dipergunakannya. Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan, yang dapat diamati (diobservasi), konsep yang dapat diamati, atau diobservasi merupakan hal sangat penting, karen hal yang dapat diamati itu embuka kemungkina bagi oarang lain, selain peneliti sendiri uantuk dilaksanakan, juga oarang lain dapat melakukan hal yang serupa, sehingga apa yang dilakukan oleh peneliti terbuka untuk kdiuji kembali oleh oarang lain.

Cara menyususn definisi operasional dapat bermacam-macam, yaitu:

  1. yang mnekankan kegiatannya, apayang perlu dilakukan. Contoh frustasi adalah keadaan yang timbul sebagai akibat tercegahnya pencapaian hal sangat diinginkan yang sudah hampir tercapai. Lapar adalah keadaan individu yang timbul setelah ia tidak makan selama 24 jam. Definisi ini adalah yang menekankan perasi atau manipulasi apa yang harus dilakukan untuk menghasilkan keadaan atau hal yang didefinisikan, terutama berguna untuk mendefinisikan “variabel bebas”.
  2.  yang menekankan bagaimana kegiatan itu dilakukan. Conto: orang cerdas adalah orang yang tinggi kemampuannya dalaml memecahkan masalah, tinggi kemampuannya dalam menggunakan bahasa dan bilangan. Dosen yang otoriter adalah dosen yang menuntut mahasiswanya melakukn hal lyang dapat seperti yang digariskannya, suka memberi komando, dan mengutamakan khubungan formal dengan mahasiswanya.
  3.  yang menekankan sifat-sifat statis hal yang didefinisikan. Contoh: mahasiswa yang cerdas yaitu mahasiswa yang m,empunyai ingatan yang baik, mempunyai perbendaharaan yang baik, mempunyai perbendaharaan kata yang luas, mempunyai kemampuan berpikir baik, mempunyai kemampuan berhitung baik.
    Ekstraversi adalah kecenderungan lebih suka ada dalam kelompok daripada seorang diri. Setelah membuat definisi operasional sebagaimana contoh-contoh tersebut di atas, selanjutnya poeneliti menunjuk kepada “alat” yang dipergunakan untuk mengambil data-datanya. Setelah definisi operasional variabel-variabel penelitian selesai dirumuskan, maka prediksi yang terkandung dalam hipotesis telah dioperasionalisasikan. Jadi peneliti telah meneliti prediksi tentang kaitan berbagai variabael penelitiannya itu secara oprasional dan siap diuji melalui data empiris.

Variabel Antara

Setelah asumsi dasar di dalam ilmu pengetahuan adalah, bahwa gejala sesuatu harus ada sebab musababnya dan tidak begitu saja terjasdi dengan sendirinya. Khusus di dalam ilmu sosial, setiap fenomena dipengaruhi oleh serangkaian sebab musabab. Oleh katrena itu setiap kita menentukan sebab dari suatu fenomena, selalu akan timbul pertanyaan, apakah sebab yang l;ainnya? Apakah sebab yang pertama berpengaruh langsung pada fenomena tersebut, ataukah tidak langsung dan melalui sebab yang lainnya? Pertanyaan yang terkhir ini mengantarkan kitra ke suatu faktor penguji yang penting, yaitu “variabel antara”.
Untuk mengatur rangkaian sebab musabab suatu fenomena, tentu saja lewat pengamatan serta akal sehatlah di samping teori-teori yang menjadi pedoman. Namun, di dalam arangkaian sebab akibat itu, suatu variabel akan disebut “variabel antara” apabila, dengan masuknya variabel tersebut hubungan statistik yang mula nampak antara dua variabell menjadi lemah atau bahkan lenyap. Hal ini disebabkan oleh hubungan yang semula nampak antara kedua variabel pokok bukanlah suatu hubungan yang langsung, tetapi melalui hubungan variabel yang lain.

Danim menyebut variabel pengaruh adalah variabel bebas, variabel terpengaruh adalah variabel terikat

B
Variabel Antara

A
Variabel Pengaruh

C
Variabel Terpengaruh

Keterangan:

Garis putus-putus berarti mungkin berhubungan langsung, mungkin tidak
Untuk dapat menentukan bahwa diantara tiga kelompok variabel terdapat variabel antara diperlukan tiga hubungan asimetris: A dan B, B dan B, A dan C.

Contoh variabel antara

  • Variabel Pengaruh
  • Variabel Antara
  • Variabel Terpengaruh
  1. Agama
  2. Umur
  3. Jenis Perusahaan
  4. Integrasi dalam masyarakat
  5. Pendidikan
  6. Karakteristik buruh
  7. Bunuh diri
  8.  Kebiasaan membaca
  9. Upah

Menurut para ahli sosiologi, agama hanya akan mempengaruhi frekuensi bunuh diri karena agama erat hubungannnya dengan integrasi seseorang di dalam masyarakat. Kebiasaan membaca menunjukkan hubungan yang positif dengan umur, tetapi hanya melalui suatu variabel antara, yaitu pendidikan: seorang lanjut usia yang tidak sekolah tidak akan lebih banyak membaca dibandingkan pada masa mudanya. Sebuah teori sumber daya manusia membuat hipotesis bahwa perusahaan asing dan perusahaan besar membayar upah lebih tinggi akrena mempeperjakan buruh dengan karakteristrik yang menjamin produktivitas perusahaan, (misalnya berpendidikan tinggi, terampil, dan perpengalaman).
Contoh tersebut di atas menunjukkan dua kemungkinan:

  1. variabel pengaruh dapat melalui variabel antara.
  2.  Dapat langsung mempengaruhi variabel terpengaruh.

Variabel Anteseden

Variabel anteseden mempunyai kesamaan dengan variabel antara, yakni merupakan hasil yang lebih mendalam dari penelusuran hubungan kausal antara variabel. Perbedaannya, “variabel antara” menyusut diantara variabel pokok, sedangkan variabel anteseden mendahululi variabel pengaruh.

A
Variabel Anteseden

B
Variabel Pengaruh

C
Variabel Terpengaruh

Realilta hubungan antara dua variabel sebenarnya merupakan penggalan dari sebuah jalinan sebab akibat yang cukup panjang. Oleh karena itu, setiap usaha untuk mencari jalinan yang lebih jauh, seperti halnya dengan variabel antisenden – akan memperkaya pengertian kita tentang fenomena yang sedang diteliti.

Contoh variabel anteseden:

Kita memlilki data yang menunjukkan bahwa apabila pendidikan seseorang rendah, pengetahuan politiknyapun rendah. Jadi yang hendak diterangkan adalah hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan politik.

Skema hubungannya sebaga berikut:

  • Pendidikan
  • Pengetahuan politik
  • Pendidikan
  • Pengetahuan politik

Status sosial ekonomi orang tuaDalam memperjelas hubungan ini kadang=-kadang perlu ditelusuri variabel apa yang mempengaruhi pendidikan. Status sosial ekonomi orang tua, dalam teori, sering dipandang sebagai variabel yang mempengaruhi pendidikan seseorang. Dengan demikian, kita dapat membuat postulat bahwa:

Adanya variabel anteseden ini menambah pengetahuan kita tentang hubungan antara pendidikan dan pengetahuan politik. Dengan demikian kita katakan: “Latar belakang keluarga seseorang (status sosial ekonomi orang tua) menentukan tingkat pendidikannya dan pendidikannya menentukan tingkat pengetahuan politiknya”. Kerangka teori serta akal sehatlah yang pertama-tama menentukan apakah suatu variabel dapat dipertimbangkan sebagai variabel anteseden. Untuk dapat diterima sebagai variabel anteseden, syarat-syaratnya sebagai berikut:

(a) ketika variabel harus saling berbubungan: variabel anteseden dan variabel pengaruh, variabel anteseden dan variabel terpengaruh, variabel pengaruh dan variabel terpengaruh.

(b) apabila variabel anteseden dikontrol, hubungan antara variabel pengaruh dan variabel terpengaruh tidak lengkap. Dengan kata lain: variabel anteseden tidak mempengaruhi hubungan antara kedua variabel pokok,

(c) apabila variabel pengaruh dikontrol, hubungan antara variabel anteseden dan variabel lterpengaruh harus lengkap. (Masri Singarimbun, 1982).

Kesimpulan

Variabel penelitian ditentukan oleh landasan teoritisnya dan kejelasannya ditegaskan oleh hipoteses penelitian. Menurut fungsinya variabel penelitian dibedakan menjadi: Variabel tergantung (terikat), variabel bebas, variabel intervening, variabel moderator, variabel kendali, dan variabel rambang. Sedang menurut datanya, variabel penelitian dapat dibedakan menjadi: variabel nominal, variabel ordinal, variabel interval, dan variabel rasio. VariabeL menurut nilainya dibedakan menjadi variabel diskrit dan variabel kontinu.

Daftar Pustaka

Bridgman, P. W. 1972. The Logic of Modern Physics. New York: M.C. Milan

Danim, S. 2007. Metode Penelitian: Untuk Ilmu-Ilmu Perilaku> Jakarta: Bumi Aksara

Narbuko, C. dan Ahmadi, A. 2007. Metodologi Penelitian: Memberi Bekal Teoritis kepada Mahasiswa tentang Metodologi Penelitian serta Diharapkan dapat Melaksanakan Penelitian dengan Langkah-Langkah yang Benar. Jakakrta Bumi aksara

Singarimbun, Masri. 1984. Metode Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES.

http://rakim-ypk.blogspot.com/2008/06/pengertian-variabel.html

MAKALAH

STATISTIK BISNIS

Pertemuan – IX

“ Analisis Varians ( ANOVA )

 

Oleh   :

Nama                         :           KASMIANTO

NIM                            :           01111075

Fakultas                    :          Ekonomi

Jurusan                     :           Akuntansi

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NAROTAMA

2011 / 2012

Analisis Varians ( ANOVA )

Singel Faktor Dengan Excel

Apa Yang dimaksud dengan Analisis Varians (ANOVA)

Analisis Varian ( ANOVA ) adalah sebuah metode untuk memeriksa apakah ada hubungan antara dua atau lebih set data, anda dapat menentukan apakah ada hubungan antara set data dengan melakukan analisis varians, atau dikenal sebagai ANOVA, analisis varians kadang-kadang disebut sebagai F-Test setelah statistik british RA Fisher, sebenarnya ada tiga tipe berbeda ANOVA yang tersedia melalui Analisis Toolpak pada microsoft Excel.

  1. Faktor Tunggal / Single Factorini melakukan analisis sederhana dari varians antara dua set data.
  2. Dua Faktor tanpa Replika / Two Factor without Replicationini melakukan analisis varians antara dua atau lebih set data. Ini harus digunakan bila Anda hanya memiliki satu sampel dari setiap data.
  3. Dua Faktor dengan Replika / Two Factor with Replicationini melakukan analisis varians antara dua orang lebih banyak set data. Ini harus digunakan bila Anda memiliki lebih dari satu sampel dari setiap data.

Ketika analisis varians diterapkan untuk dua kelompok itu memberikan hasil yang sama sebagai uji-Z atau T-test. Semua tes ANOVA menggunakan distribusi F.

Menggunakan Faktor ANOVA Single / Using ANOVA Single Factor

Berarti ini membandingkan dua sampel untuk menentukan apakah ada hubungan antara dua set data. Ini mengasumsikan satu sampling Kita akan melakukan Anova satu faktor untuk menentukan apakah ada hubungan langsung antara jumlah kartu bisnis, kita memberikan dan jumlah orang yang mengunjungi Saya. Untuk melakukan perhitungan ini Anda harus menyediakan berbagai sel-sel yang berisi nilai yang Anda ingin menganalisis serta tingkat kepercayaan statistik. Ada empat orang yang bertanggung jawab untuk mendistribusikan kartu bisnis.

 

Pilih (Tools > Data Analysis)

 

 

 

Input Range – Masukkan data sel untuk range data yang ingin Anda analisis. data harus terdiri dari dua atau lebih range berdekatan data diatur dalam kolom atau baris.

Grouped By – Untuk menunjukkan apakah data dalam input range diatur dalam baris atau kolom, klik Rows atau columns.

Labels in First Row / Labels in First Column – Jika first Row dari input range Anda berisi label, pilih kotak centang Label pada  forst Row . Jika label in first Row dari input range anda, pilih kotak centang Label in First Row.Kotak centang ini jelas jika input range Anda tidak memiliki label;Microsoft Excel label yang sesuai menghasilkan untuk tabel data output.

Alpha – Bidang alpha adalah probabilitas bahwa ada hubungan langsung.default adalah 0,05 = 5%. Masukkan tingkat di mana Anda ingin mengevaluasi nilai-nilai kritis untuk statistik F.Tingkat alpha tingkat signifikansi yang terkait dengan kemungkinan memiliki tipe yang Error (menolak hipotesis benar).

New Worksheet Ply – Klik untuk menyisipkan worksheet baru dalam workbook saat ini dan paste hasil, dimulai pada sel A1 dari New Worksheet. Untuk nama worksheet yang baru,ketik nama di dalam kotak.

Output Range – Masukkan acuan bagi sel-kiri atas dari tabel outputExcel secara otomatis menentukan ukuran daerah output dan menampilkan pesan jika tabel output akan menggantikan data yang ada atau melampaui batas-batas worksheet.

New Workbook – Klik untuk membuat workbook baru dan paste hasil pada lembar kerja baru dalam workbook baru.

 

 

F – Jika F adalah mendekati 1 maka ada hubungan langsung

T-Test

Sebuah ANOVA (atau F-Test) dan terkait erat dengan T-Test.Perbedaan utama adalah bahwa T-Test mengukur perbedaan antara data yang berarti dua set mana sebagai tindakan F-Test perbedaan antara cara dua atau lebih set data. Keuntungan dari menggunakan ANOVA daripada beberapa T-Test adalah bahwa itu mengurangi kemungkinan kesalahan saya tipe.Membuat beberapa perbandingan meningkatkan kemungkinan menemukan sesuatu secara kebetulan (yaitu membuat kesalahan tipe I-). Sebuah ANOVA kontrol kesalahan keseluruhan dengan menguji semua berarti terhadap satu sama lain sebagai waktu yang sama.

Hal-hal yang perlu diingat /Things to Remember

  • Untuk menggunakan uji ANOVA berhasil varians untuk masing-masing set data harus sama.
  • Tergantung pada jumlah set data dan jumlah sampel Anda akan bergantung pada jenis ANOVA yang Anda gunakan.
  • Faktor Anova Single ini juga dikenal sebagai “Analisis Varians Salah satu cara” atau “Salah satu cara ANOVA”
  • Mean – Rata-rata
  • Standar Error – Akar kuadrat dari ukuran sampel (n) dibagi dengan standar deviasi atas akar kuadrat dari ukuran sampel (n)
  • Median – Nilai tengah
  • Mode – Nilai yang paling umum
  • Standar Deviasi – Penyebaran kelompok nilai.

Sumber Materi :

http://belalangtue.wordpress.com/2010/07/16/analisis-varians-anova-single-factor-dengan-excel/