Pilih Bahasa Anda
Selamat Membaca
How To Get Japaneses Name ?

Archive for the ‘Lingkungan’ Category

Berita Aneh – Danau Assal (Asal) merupakan sebuah kawah yang letaknya di pusat Djibouti (negara kecil di Afrika Timur).Danau ini terletak pada 153 m di bawah permukaan laut, dan otomatis menjadikan dirinya sebagai titik terendah di benua Afrika (Titik terendah di dunia adalah dead sea). Walaupun bukan titik terendah di dunia, Danau Assal merupakan daerah terasin di Dunia, dimana keasinan air danaunya mencapai 34,8% (Dead Sea hanya 30%), bahkan pada kedalaman 20 m kadar ke asinannya mencapai 39,8%.

http://berita-aneh.blogspot.com

Berita Aneh – Seekor tikus menemui ajal ketika melintasi jalur keserakahan Bull Frog Afrika. Hewan raksasa berbintik hijau ini memiliki kebiasaan memangsa hewan besar, bahkan hewan pengerat sekalipun juga menjadi sasarannya.


Karnivora ampibi ini memiliki temperamen agresif, dapat melompat hingga 12 kaki dan memiliki gigi seperti proyeksi yang disebut odontoids, yang dikatakan seperti pecahan kaca ketika hewan buas ini menyobek dengan menutup rahang mereka.
Petugas kebun binatang Newquay Zoo, Dan Garrick adalah pakar dalam memberi makan katak serakah ini. “Hewan ini merupakan kelompok predator kodok raksasa yang hanya diam dan menunggu mangsanya melintas,” ujar Dan.


Dengan dipancing oleh gerakan, kodok ini akan dengan cepat menyerang mangsanya yang melintas, termasuk tikus. Tikus akan mati lemas bahkan sebelum sampai pada pencernaannya.
Jika mangsa terlalu besar, kodok ini kembali memuntahkannya dan menunggu mangsa berikutnya. Meskipun ia memiliki kebiasaan makan yang buruk mereka adalah orang tua yang setia dan akan menjaga telur dan kecebong mereka dari predator.
Mereka bahkan menggali kolam untuk memastikan anak-anak mereka tidak kekeringan. Kodok raksasa Afrika atau yang dalam bahasa latin disebut Pyxicephalus Adspersus, biasanya memangsa serangga, tikus, burung, bahkan diketahui juga menjadi kanibal dengan mamangsa katak lainnya.

Seekor kodok jenis ini beratnya dapat mencapai dua kilogram, dengan panjang 24 cm dan tumbuh dari kokon kedap air untuk menghindari diri dari kekeringan akibat sinar matahari Afrika yang tak mengenal ampun.
Kodok Afrika dapat ditemukan di Afrika bagian selatan, tengah dan timur. Dan yang ukurannya paling besar dapat

http://berita-aneh.blogspot.com

Program tabungan keliling yang akan di-launching DKKP Kota Tarakan, sebenarnya telah dilakukan beberapa lingkungan RT di Kota Tarakan. Hanya saja di lingkungan RT ini namanya bank sampah. Tujuan pelaksanaan talig pun hampir sama dengan bank sampah yaitu sama-sama  menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan.

Menurut data DKPP Kota Tarakan, di kota Tarakan bank sampah yang dilakukan di lingkungan RT ada 43 RT, terdiri dari 6 Rt juara Green dan Clean, 20 RT di Kelurahan Karang Rejo, 2 RT di Kelurahan Karang Anyar Pantai, 5 RT di Kelurahan Kampung Satu, dan 10 RT di Kelurahan Kampung Enam.

“Untuk bank sampah di RT ini pengelolannya  dilakukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di masing-masing RT. Jadi masyarakat ini datang ke KSM membawa sampah non organik. Nantinya KSM yang menimbang dan mencatat di buku rekening di bank sampah,” ucap Kepala DKKP Kota Tarakan Subono.

Subono berharap dengan adanya bank sampah yang telah dilakukan beberapa lingkungan RT di Kota Tarakan, kedepannya dapat diikuti seluruh RT di Kota Tarakan. “Karena bank sampah ini sama dengan talig yaitu juga sama-sama mengurangi volume sampah yang berada di TPA,” katanya.

http://www.kaltim.tribunnews.com

Pusat Pengelolaan Ekoregion (PPE) Kalimantan, Kementerian Lingkungan Hidup menggelar pemilihan duta lingkungan hidup di Hotel Grand Senyiur, Balikpapan, Sabtu (25/5).

Sabtu malam kemarin menjadi grand final Pemilihan Duta Lingkungan Hidup. Mereka yang terpilih diharapkan bisa menjadi juru bicara sekaligus mampu menkomunikasikan kondisi lingkungan hidup dari generasi muda kepada para stakeholders.

Menurut Kepala PPE Kalimantan, Tuti Hendrawati, Kalimantan memiliki banyak sumber daya alam, namun memiliki banyak permasalahan, karenanya pemilihan Duta Lingkungan didik menjadi mitra masyarakat dan pemerintah dalan meningkatkan kepedulian lingkungan.

“Duta lingkungan yang terpilih nantinya bertugas menjalankan rencana program seperti yang disusun ketika proses pemilihan berlangsung,” ujarnya.

Pemilihan Duta Lingkungan kali ini, menurut Tuti merupakan yang ketiga kalinya digelar oleh PPE Kalimantan. “Sejak tahun 2007 lalu kami menyelenggarakan pemilahan Duta Lingkungan Hidup,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Duta Lingkungan Hidup PPE Kalimantan, Marwoto mengemukakan, di ajang grand final ini diikuti oleh 4  peserta dari masing-masing provinsi, yakni Kaltim, Kalteng, Kalsel dan Kalbar, sehingga jumlah peserta pemilihan Duta Lingkungan Hidup ini diikuti oleh 15 peserta.

“Mestinya ada 16 peserta tetapi ada satu peserta dari Kalsel yang berstatus mahasiswa di Amerika, tidak bisa kembali ke Indonesia,” jelasnya. Pihaknya mengaku tidak memiliki kewenangan untuk mengganti peserta yang tidak hadir. “Karena otoritas (seleksi peserta) dari pihak provinsi, bukan dari kami, jadi tidak bisa diganggu gugat,” terang Marwoto.

Ke 15 peserta tersebut telah mengikuti tahapan seleksi di tingkat kabupaten dan provinsi. Selanjutnya, finalis diberi pembekalan mengenai lingkungan hidup termasuk permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan lingkungan hidup.

“Dari 15 peserta akan dipilih juara 1 sampai 3, juara harapan 1 sampai 3 dan satu peserta favorit pilihan juri,” katanya lagi.

Dalam grand final ini, peserta diuji empat aspek kemampuan yang dimiliki oleh para peserta, diantaranya; pengetahuan, wawsan lingkungan, bahasa, perilaku dan etika. “Pemilihan Duta Lingkungan ini berbeda dengan kontes kecantikan, di sini mereka dituntut untuk memahami permasalahan lingkungan dan mengkomunikasikannya,” kata Marwoto.

Para peserta juga berhadapan dengan para juri yang terdiri dari aktivis lingkungan, yakni Lula Kamal dan Anna Rohadi, PPE Kalimantan yang diwakili oleh Tuti Hendrawati, akademisi oleh A. Sonny Keraf serta perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup Ilyas Asaad.

Satu per satu peserta tampil dalam parade dengan mengenakan pakaian khas Kalimantan. Mereka juga secara bergantian menjawab pertanyaan yang diajukan oleh para juri secara acak, hingga akhir acara, dewan juri memutuskan 5 besar peserta Pemilihan Duta Lingkungan, hasilnya, Frita Olivia peserta asal Kalbar berhasil menyabet juara satu.

Posisi kedua ditempati oleh Egni Kalawa asal Kalteng, juara ketiga dimenangkan oleh Legina Lestari asal Kalbar. Sedangkan juara harapan satu dimenangkan oleh Resty Paramitha peserta asal Kalbar. Juara harapan dua diraih oleh I Putu Widyatama dari Kalteng. Dan juara terfavorit pilihan juri diraih oleh Indarchi peserta dari Kalbar

http://www.kaltim.tribunnews.com

Frita Olivia, Finalis Duta Lingkungan Hidup asal Kalimantan Barat, terpilih sebagai Duta Lingkungan Hidup Ekoregion Kalimantan, setelah menyisihkan 15 finalis lainnya dalam pemilihan yang selesai tengah malam tadi.

Ketua Panitia Pelaksanaan Pemilihan Duta Lingkungan Ekoregion Kalimantan Marwoto mengatakan duta ini akan bertugas sebagai corong kepada masyarakat luas dalam mengampanyekan isu lingkungan, utamanya kepada generasi muda. Selain itu, program yang telah disusun dalam proposal yang diajukannya juga akan dilaksanakan sehingga bisa melengkapi program yang sudah berjalan di Pusat Pengelolaan Ekoregion (PPE) Kalimantan.

“Sinkronisasi ini yang akan merealisasikan keterlibatan duta lingkungan bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Frita menjelaskan dirinya akan berdedikasi lebih pada lingkungan karena perubahan iklim dan cuaca yang terjadi di Indonesia saat ini dirasa sudah cukup mengganggu.

Sebelumnya, ada 15 finalis yang harus bertarung dalam pemilihan duta lingkungan ini. Setelah parade I, diumumkanlah nominasi 5 besar, yakni Egni Kalawa, Frita Olivia, Legina Lestari, I Putu Widyatama, dan Resty Paramitha. 

Dalam pengumuman pemenang selain Frita Olivia, keluar sebagai Juara II Egni Kalawa, Legina Lestari sebagai Juara III, Resty Paramitha sebagai Juara Harapan I dan I Putu Widyatama sebagai Juara Harapan II. Juara favorit jatuh kepada Indarci, finalis asal Kalimantan Barat

http://www.bisnis.com

BALIKPAPAN, KOMPAS.com — Artis dan presenter dr Lula Kamal akan memberikan pembekalan kepada para peserta Pemilihan Duta Lingkungan Hidup Kalimantan di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Jumat (24/5/2012).

“Selain Mbak Lula, juga akan memberikan pembekalan, Pak Sony Keraf (mantan menteri),” kata Carles, humas panitia dari Pusat Pengelolaan Ekoregion Kalimantan Kementerian Lingkungan Hidup, Selasa (22/5/2012).

Dr A Sony Keraf, mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup, akan memberikan pembekalan bersama aktivis lingkungan Wiwin Effendi dari World Wild Fund for Nature (WWF).

“Mbak Lula akan memberikan materi, tidak hanya wawasan dan persoalan-persoalan lingkungan seperti juga Pak Sony dan Bung Wiwin, tetapi juga ada hal manner atau tata cara perilaku,” papar Carles.

Prinsip brain, beauty, and behaviour (cerdas, cantik, dan berperilaku terpuji) seperti umumnya pemilihan putri-putri kecantikan juga dipakai.

Acara itu diikuti 16 peserta dari empat provinsi di Kalimantan, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Tiap-tiap provinsi meloloskan empat peserta dari seleksi di tingkat kabupaten dan kota.

“Di akhir acara akan terpilih enam duta lingkungan hidup untuk Ekoregion Kalimantan,” kata Carles.

Sebelumnya, kegiatan akan didahului dengan konferensi pers di Hotel Grand Senyiur, Balikpapan, pada Rabu, 23 Mei 2012 pukul 19.00 Wita.

Keesokan harinya, Kamis, semua peserta akan melakukan kunjungan lapangan ke kawasan mangrovedi Kariangau, sekolah penerima penghargaan Adiwiyata, bank sampah di Gunung Sari, dan TPA atau tempat pembuangan sampah akhir di Manggar, Balikpapan Timur.

Jumat (25/5/2012), peserta akan menerima pembekalan dari dr Lula Kamal, Dr Sony Keraf, dan aktivis WWF, Wiwin Effendi.

Menurut Carles, setelah terpilih, para Duta Lingkungan Hidup Ekoregion Kalimantan akan melaksanakan misi upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, khususnya di Ekoregion Kalimantan.

“Mereka menjadi motivator, penggerak kepedulian dan partisipasi masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda, sesuai dengan tema ‘Membangun Generasi Hijau untuk Kalimantan’,” ujar Carles.

http://regional.kompas.com

JAKARTA, BL-Saling  bertukar  gagasan  dan  memunculkan  ide  baru  untuk  kemajuan  Indonesia mengemuka dalam diskusi yang bertema “Karya dan Inovasi, Menjadi Inspirasi Membangun Negeri” di  FX  Plaza,  Jakarta  Selatan  hari  ini.
Menurut Head of Public Relations Division Astra, Yulian Warman,  diskusi  ini  diadakan  bersamaan  dengan Kick  Off  SATU  Indonesia  Awards  2012 yang  digelar  oleh  PT  Astra  International  Tbk  sebagai  ajang  untuk mengapresiasi generasi muda yang berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar bagi  kemajuan bangsa Indonesia ke depan.
Dalam  diskusi  yang  dihadiri  beberapa  komunitas  dan  narasumber  saling  berbagi  pengalamannya,  Tri  Mumpuni  (Puni)  pendiri  Institut  Bisnis  dan  Ekonomi  Kerakyatan  (Ibeka)  yang  dikenal  dengan “Wanita  Penerang  Desa”  bercerita  tentang  bagaimana  melahirkan  ide  kreatif  dan  semangat membangun secara mandiri.
Sedangkan Amilia Agustin pelajar SMA XI Bandung, yang dijuluki “Ratu Sampah  Sekolah” sejak SMP membentuk komunitas yang mengelola sampah berbasis sekolah, Go  To  Zero  Waste  School  dan ketika SMA menerapkan metode “From Trash to Trashion”  yakni  pengolahan limbah  plastik dan  limbah  kain  perca  diubah  menjadi  tas  cantik serta  pengolahan  sampah  organik dengan  metode  kompos.
Lain  halnya  dengan  Andi  Taufan  pemuda  berusia  25  tahun  yang mengembangkan  lembaga  keuangan  mikro  yang  menyediakan  layanan  bagi  masyarakat  kurang  mampu  dan  berpenghasilan  rendah  di  Ciseeng,  Bogor.  Amilia  Agustin  adalah  pemenang  SATU Indonesia Awards 2010 dan Andi Taufan tahun 2011.
SATU Indonesia Awards 2012  
Dalam  rangka  memperingati  Sumpah  Pemuda,  PT  Astra  International  Tbk  kembali  menggelar  SATU  Indonesia Awards 2012 yang telah memasuki tahun ketiga. SATU Indonesia Awards mencari generasi  muda berusia 20-35 tahun yang telah memberi kontribusi positif untuk kemajuan masyarakat sekitar di  bidang  Lingkungan,  Pendidikan,  Teknologi,  Kesehatan  dan  Ekonomi/Kewirausahaan. Kontribusi tersebut  berupa  kegiatan yang  dapat  membantu  dan  mengusahakan orang  lain  untuk  bisa menjadi  mandiri dengan  memberikan   solusi,   pelatihan,   cara   atau   alat,   bukan   sekedar    memberikan .

PT  Astra  International  Tbk  akan  memberikan  bantuan  dana  masing-masing  senilai  Rp  55  juta  dan pembinaan  kegiatan  bagi  para penerima  apresiasi SATU  Indonesia  Awards  2012.  “SATU  Indonesia  Awards bukan hanya sebagai apresiasi namun juga untuk membangkitkan semangat generasi muda  untuk terus berkarya dan berinovasi untuk Negeri, sejalan dengan Catur Dharma Astra “Menjadi milik  yang  Bermanfaat  bagi  Bangsa  dan  Negara,” tandasnya.

editing By :

Kasmianto

085246506765

antho.kasmianto@gmail.com

Sumber : http://www.beritalingkungan.com/berita/2012-03/dicari-generasi-muda-inspiratif/

JAKARTA, BL- Menanggapi hasil penelitian Greenpeace beberapa waktu lalu, staf Khusus Presiden bidang Perubahan Iklim, Agus Purnomo, akhirnya angkat bicara mengenai kecenderungan hilangnya 6 juta hektar (Ha) hutan Indonesia, yang terjadi saat moratorium penebangan hutan diberlakukan.

Agus mengaku sulit memahami maksud pernyataan Greenpeace itu, karena bertentangan dengan laporan FAO.

“Ini merupakan hal yang sulit dipahami karena sangat berbeda dengan laporan lembaga PBB (FAO) dan catatan Kementerian Kehutanan, yang menyatakan bahwa laju deforestasi dalam beberapa tahun terakhir berkurang secara drastis, menjadi sekitar 500 ribu Ha setiap tahun,” tutur Agus Purnomo di Jakarta, Senin (7/5) pagi.

Agus menunjukkan bahwa laju deforestasi di Indonesia cenderung menurun. Data Departemen Kehutanan menunjukkan adanya penurunan dalam 10 tahun terakhir.

Tabel 1: Laju Deforestasi Indonesia 1990-2011
1990-1996 1,87 juta ha/tahun
1997-2000 3,51 juta ha/tahun akibat dari kebakaran hutan, desentralisasi dan lemahnya penegakan hukum
2001-2003 1,08 juta ha/tahun
2004-2006 1,17 juta ha/tahun sebagian juga akibat kebakaran hutan di tahun sebelumnya
2007-2009 0,83 juta ha/tahun
2009-2011 0,45 juta ha/tahun
(Sumber: Kemenhut 2012)

Greenpeace di tantang adu metodologi.

Staf Khusus Presiden bidang Perubahan Iklim menilai keberhasilan menekan laju deforestasi menjadi lebih kecil dari separuh angka laju deforestasi pada masa pemerintahaan yang lalu. Fakta tersebut bisa diverifikasi melalui citra satelit, dan sudah dilaporkan oleh berbagai organisasi internasional.

“Kami mengundang Greenpeace untuk menjelaskan metodolologi yang digunakannya untuk menyatakan kerusakan hutan tersebut sehingga jelas duduk perkaranya, apakah angka tersebut angka khayalan atau angka yang akurat yang membuat penurunan laju deforestasi Indonesia harus dikoreksi” ujar Agus Purnomo lebih lanjut.

Menurut Agus, ada kecenderungan dramatisasi terhadap kejadian dalam skala kecil dalam metoda yang sering digunakan oleh beberapa pihak, baik LSM maupun pengusaha, untuk memperoleh perhatian dari pemerintah, masyarakat dan pengamat ekonomi dan pelestarian lingkungan di dalam dan luar negeri.

“Yang harus selalu dijaga adalah agar dramatisasi tersebut tidak menciptakan kebohongan yang menyesatkan pemahaman terhadap upaya yang sedang dilakukan dan hasil yang telah dicapai,” tegas Agus.

Meski demikian, Staf Khusus Presiden bidang Perubahan Iklim itu menyampaikan ucapan terima kasih atas kritik dan saran, terutama catatan penting yang diberikan oleh Koalisi Penyelamatan Hutan Indonesia dan Iklim Global pada 3 Mei 2012, yang mengungkap permasalahan yang harus segera diselesaikan demi memastikan moratorium efektif melindungi hutan dan lahan gambut.

Catatan tersebut diberikan dalam rangka menjelang setahun diberlakukan Moratorium Hutan dan Lahan Gambut, melalui Inpres No. 10/2011 yang diterbitkan pada 20 Mei 2011. Inpres yang ditandatangani oleh Presiden SBY tersebut merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengurangi emisi dari deforestasi dan kerusakan hutan, yang pada saat yang bersamaan menjaga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Secara umum, Inpres tersebut mengacu pada moratorium, yaitu penundaan penerbitan izin baru pada hutan primer dan lahan gambut selama 2 tahun dengan beberapa pengecualian tertentu.

Pembangunan Ekonomi Masyarakat

Dalam catatan Greenpeace, revisi peta indikatif penundaan ijin baru (PIPIB) menunjukkan keberpihakan pada usaha perusakan hutan, pengurangan luasan hutan dan lahan gambut yang terus terjadi dalam setiap revisi, yaitu 5,64 juta Ha (Juni–November 2011) dan 4,9 juta Ha berpotensi hilang pada November 2011–Mei 2012, sehingga wilayah hutan dan lahan gambut yang tercakup peta moratorium semakin kecil.

Terkait catatan tersebut, Agus Purnomo memberikan beberapa koreksi dan tambahan informasi terhadap hal-hal yang diusung oleh koalisi tersebut. “Sebagai negara berkembang, dengan puluhan juta penduduk yang hidup di ambang batas dan dibawah garis kemiskinan, Indonesia memilki hak untuk membangun ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya” ujar Agus.

Hanya melalui pembangunan ekonomi yang adil dan berkelanjutan, Indonesia bisa menyumbang hasil pengurangan emisi karbon pada upaya global untuk menjaga kenaikan temperatur permukaan bumi di bawah 2 derajad Celsius dari temperatur rata-rata sebelum revolusi industri.

“Hak untuk membangun ekonomi dan mengentaskan warga dari kemiskinan tidaklah sama dengan hak untuk menciptakan polusi gas rumah kaca, karena pembangunan ekonomi dan pengentasan kemiskinan yang sedang diusahakan melalui MP3EI dan MP3KI secara bersungguh-sungguh diupayakan melalui cara-cara yang bersahabat dengan iklim dalam keterbatasan sumber daya dan teknologi yang dimiliki saat ini,” ujar Agus Purnomo.

Kebijakan untuk memanfaatkan lahan hutan sekunder dan lahan hutan yang terdegradasi dan sudah sangat rusak, lanjut Agus, adalah pewujudan dari upaya pembangunan ekonomi hijau. Peningkatan kesejahteraan, tegasnya. adalah hak azasi manusia bagi puluhan juta masyarakat miskin dan merupakan kewajiban pemerintah untuk mengupayakan investasi ekonomi hijau bagi masyarakat di berbagai pelosok nusantara, termasuk yang hidup di dalam dan di sekitar lahan hutan yang sudah rusak karena salah kelola di masa lalu.

Meski demikian, ia membantah tegas jika kebijakan ini mengakibatnya besarnya pengurangan luasan hutan, sehingga wilayah hutan dan laham gambut yang tercakup peta moratorium semakin kecil. “Ada angka-angkanya sebagaimana dipaparkan di depan,” pungkas Agus. (Jekson Simanjuntak)

Editing By :

Kasmianto

085246506765

antho.kasmianto@gmail.com

Sumber : http://www.beritalingkungan.com/berita/2012-05/pemerintah-bantah-kehilangan-hutan-5-juta-ha/

  • PAY BILLS ONLINE
    By some estimates, if all households in the U.S. paid their bills online and received electronic statements instead of paper, we’d save 18.5 million trees every year, 2.2 billion tons of carbon dioxide and other greenhouse gases, and 1.7 billion pounds of solid waste.
  • TURN OFF COMPUTERS AT NIGHT
    By turning off your computer instead of leaving it in sleep mode, you can save 40 watt-hours per day. That adds up to 4 cents a day, or $14 per year. If you don’t want to wait for your computer to start up, set it to turn on automatically a few minutes before you get to work, or boot up while you’re pouring your morning cup ‘o joe
  • RECYCLE GLASS
    Recycled glass reduces related air pollution by 20 percent and related water pollution by 50 percent. If it isn’t recycled it can take a million years to decompose
  • GO VEGETARIAN ONCE A WEEK
    One less meat-based meal a week helps the planet and your diet. For example: It requires 2,500 gallons of water to produce one pound of beef. You will also also save some trees. For each hamburger that originated from animals raised on rainforest land, approximately 55 square feet of forest have been destroyed.
  • RECYCLE NEWSPAPER
    There are 63 million newspapers printed each day in the U.S. Of these, 44 million, or about 69%, of them will be thrown away. Recycling just the Sunday papers would save more than half a million trees every week.
  • WASH IN COLD OR WARM
    If all the households in the U.S. switched from hot-hot cycle to warm-cold, we could save the energy comparable to 100,000 barrels of oil a day.Only launder when you have a full load.
  • USE YOUR CRUISE CONTROL
    You paid for those extra buttons in your car, so put them to work! When using cruise control your vehicle could get up to 15% better mileage. Considering today’s gasoline prices, this is a boon not only for the environment but your budget as well.
  • TURN OFF LIGHTS
    Always turn off incandescent bulbs when you leave a room. Fluorescent bulbs are more affected by the number of times it is switched on and off, so turn them off when you leave a room for 15 minutes or more. You’ll save energy on the bulb itself, but also on cooling costs, as lights contribute heat to a room.
  • MAINTAIN YOUR VEHICLE
    Not only are you extending the life of your vehicle, but you are creating less pollution and saving gas. A properly maintained vehicle, clean air filters, and inflated tires can greatly improve your vehicle’s performance. And it might not hurt to clean out the trunk—all that extra weight could be costing you at the pump
  • PLASTIC BAGS SUCK
    Each year the U.S. uses 84 billion plastic bags, a significant portion of the 500 billion used worldwide. They are not biodegradable, and are making their way into our oceans, and subsequently, the food chain. Stronger, reusable bags are an inexpensive and readily available option.
  • FLY WITH AN E-TICKET
    The cost of processing a paper ticket is approximately $10, while processing an e-ticket costs only $1. In the near future, e-tickets will be the only option, saving the airline industry $3 billion a year. In addition to financial savings, the sheer amount of paper eliminated by this process is commendable.
  • STOP PAPER BANK STATEMENTS
    Some banks will pay you a dollar or donate money on your behalf when you cancel the monthly paper statements you get in the mail. If every household took advantage of online bank statements, the money saved could send more than seventeen thousand recent high school graduates to a public university for a year.

Now the question what ever you DO to save OUR WORLD,

Think Again, Any Other People LIVE After US.

Don’t Think About your Self..

Go Green And Save Our World