Pilih Bahasa Anda
Selamat Membaca
How To Get Japaneses Name ?

Archive for the ‘Selebrity’ Category

Kontestan yang sebelumnya berkompetisi atau akan bersaing di kontes kecantikan lain:

Miss World
Miss International
Miss Earth
Miss Supranational

 

Miss Tourism Queen International
Miss Globe International
Miss Intercontinental Pageant
Miss United Nations
Miss Tourism International
Miss Teen International
Miss Continente Americano
Miss Atlántico Internacional
Miss Italia Nel Mondo
Reina Hispanoamericana
Nuestra Belleza Latina
Miss Caraïbes Hibiscus
Reinado Internacional del Transporte
Ford Supermodel of the World
Elite Model Look
Supermodel Internacional

89 delegasi berikut telah terkonfirmasi untuk mengikuti ajang Miss Universe 2012

Negara/Teritori Kontestan Usia[a] Daerah Asal
 Afrika Selatan Melinda Bam[7] [8] 23 Pretoria
 Albania Adrola Dushi[9] [10] 19 Rrëshen
 Amerika Serikat Olivia Culpo[11] [12] 20 Cranston
 Angola Marcelina Vahekeni[13] [14] 22 Ondjiva
 Argentina Camila Solórzano Ayusa[15][16] 23 Tucumán
 Aruba Liza Helder[17] 23 Oranjestad
 Australia Renae Ayris[18][19] 22 Perth
 Bahama Celeste Marshall[20][21] 20 Nassau
 Belanda Nathalie den Dekker[22] 22 Amstelveen
 Belgia Laura Beyne[23] [24] 20 Brussels
 Bolivia Yessica Mouton[25] [26] 24 Santa Cruz
 Botswana Sheillah Molelekwa[27] [28] 19 Gaborone
 Brasil Gabriela Markus[29] [30] 24 Teutônia
 Britania Raya Holly Hale[31] [32] 22 Llanelli
 Bulgaria Zhana Yaneva[33] [34] 23 Sofia
 Kanada Adwoa Yamoah[35] [36] 26 Calgary
 Chili Ana Luisa König[37] [38] 22 Santiago
 China PR Ji Dan Xu [39] [40] 22 Shanghai
 Curaçao Monifa Jansen[41] [42] 19 Willemstad
 Denmark Josefine Hewitt[43] [44] 19 Esbjerg
 Ekuador Carolina Aguirre[45] [46] 20 Guayaquil
 El Salvador Ana Yancy Clavel[47] [48] 20 San Salvador
 Estonia Natalie Korneitsik[49] [50] 23 Tallinn
 Ethiopia Helen Getachew[51] [52] 22 Addis Ababa
 Filipina Janine Tugonon[53] [54] 23 Orion
 Finlandia Sara Chafak[55] [56] 22 Helsinki
 Gabon Channa Divouvi[57] 21 Ngounié
 Georgia Tamar Shedania[58] 20 Tbilisi
 Ghana Gifty Ofori[59] [60] 24 Accra
 Guam Alyssa Cruz Aguero[61] [62] 24 Barrigada
 Guatemala Laura Godoy[63] [64] 24 Guatemala City
 Guyana Ruqayyah Boyer[65] [66] 22 Georgetown
 Haiti Christela Jacques[67] [68] 19 Petion-Ville
 Honduras Jennifer Andrade[69] [70] 24 Tegucigalpa
 Hongaria Agnes Konkoly[71] [72] 25 Budapest
 India Shilpa Singh[73] [74] 23 Samastipur
Bendera Indonesia Indonesia Maria Selena[75] [76] 22 Semarang
 Republik Irlandia Adrienne Murphy[77] [78] 22 Dublin
 Israel Lina Makhuli[79] 19 Haifa
 Italia Grazia Maria Pinto[80] [81] 24 Catania
 Jamaika Chantal Zaky[82] [83] 24 Port Antonio
 Jepang Ayako Hara[84] [85] 24 Sendai
 Jerman Alicia Endemann[86] [87] 22 Hamburg
 Kep. Cayman Lindsay Japal[88] [89] 24 Georgetown
 Kep. Virgin Britania Raya Abigail Hyndman[90] [91] 22 Road Town
 Korea Lee Seong-hye[92] [93] 24 Seoul
 Kosovo Diana Avdiu[94] [95] 19 Mitrovica
 Kolombia Daniella Álvarez[96] [97] 24 Barranquilla
 Kosta Rika Nazareth Cascante[98] [99] 22 Alajuela
 Kroasia Elizabeta Burg[100] [101] 19 Vrbanja
 Lebanon Rina Chibany[102] [103] 21 Zahle
 Lituania Greta Mikalauskyte [104] 19 Šiauliai
Bendera Malaysia Malaysia Kimberley Leggett[105] [106] 19 Penang
 Mauritius Ameeksha Dilchand[107] [108] 26 Curepipe
 Meksiko Karina González[109] [110] 21 Aguascalientes City
 Montenegro Andrea Radonjic[111] [112] 20 Podgorica
 Namibia Tsakana Nkandih[113] [114] 22 Windhoek
 Nikaragua Farah Eslaquit[115] [116] 21 La Concepción, Masaya
 Nigeria Isabella Ayuk[117] [118] 26 Ikom
 Norwegia Sara Nicole Andersen[119] [120] 20 Oslo
 Panama Stephanie Vander Werf[121] [122] 26 Panama City
 Paraguay Egni Eckert[123] 25 Luque
 Perancis Marie Payet [124] [125] 20 Saint-Denis
 Peru Nicole Faverón[126] [127] 24 Iquitos
 Polandia Marcelina Zawadzka[128] [129] 23 Malbork
 Puerto Riko Bodine Koehler[130] [131] 20 San Juan
 Republik Ceko Tereza Chlebovská[132][133] 22 Krnov
 Republik Dominika Dulcita Lieggi[134] [135] 23 Santo Domingo
 Rumania Delia Monica Duca[136] [137] 26 Brasov
 Rusia Elizabeth Golovanova[138] [139] 19 Smolensk
 Selandia Baru Talia Bennett[140][141] 24 Aukland
 Serbia Branislava Mandić[142] [143] 21 Čurug
 Singapura Lynn Tan[144] 24 Singapore
 Siprus Ioánna Yiannakoú [145] 19 Paphos
 Slowakia Ľubica Štepanová[146] [147] 24 Prievidza
 Spanyol Andrea Huisgen[148] [149] 22 Barcelona
 Sri Lanka Sabrina Herft[150] [151] 25 Colombo
 St. Lucia Tara Edward[152] [153] 25 Marisule, Gros Islet
 Swedia Hanni Beronius[154] 22 Goteborg
 Swiss Alina Buchschacher[155] [156] 21 Bern
 Tanzania Winfrida Dominic[157] [158] 19 Dar es Salaam
 Thailand Nutpimon Farida Waller[159] 19 Krabi
 Trinidad dan Tobago Avionne Mark[160] [161] 23 Champ Fleurs, Trinidad
 Turki Çağıl Özge Özkul[162] [163] 24 Istanbul
 Ukraina Anastasia Chernova[164] [165] 19 Kharkov
 Uruguay Camila Vezzoso [166] [167] 19 Artigas
 VEN Irene Sofiá Esser Quintero[168] [169] 21 Sucre
 Vietnam Luu Thi Diem Huong[170] [171] 22 Ho Chi Minh City
 Yunani Vasiliki Tsirogianni[172] [173] 24 Thessaloniki
  1. Kolom ini mencantumkan usia kontestan yang bersangkutan seperti yang ditunjukkan di website resmi Miss Universe.

AFP PHOTO
Miss USA Olivia Culpo terpilih sebagai Ratu Sejagat di ajang kontes kecantikan Miss Universe 2012, yang berlangsung di Las Vegas, Amerika Serikat, Kamis (19/12)

LAS VEGAS, KOMPAS.com — Kontes pemilihan Ratu Sejagat atau lebih tenar disebut Miss Universe baru saja digelar di Las Vegas, Amerika Serikat, Rabu (19/12/2012) atau Kamis waktu Indonesia. Wakil dari Amerika Serikat, Olivia Culpo (20), dinobatkan sebagai Miss Universe 2012 setelah menyisihkan 89 perempuan cantik lainnya dari enam benua.

Juara Runner Up 1 jatuh kepada kontestan asal Filipina, Janine Tugonon, disusul Miss Venezuela Irene Quintero. Sementara gelar Miss Congeniality atau Putri Persahabatan diraih Miss Guetamala.

Putri Indonesia Maria Selena yang turut ambil bagian di ajang tersebut gagal lolos ke babak 16 besar. Meski begitu, ia termasuk dalam 10 besar kategori kostum nasional terbaik dengan kostum bertema Garuda berwarna dominan merah dan putih.

Ada ketentuan baru yang ditetapkan pada perhelatan kali ini. Dalam kontes bikini, peserta diwajibkan mengenakan bikini model two pieces, tak ada tawar menawar. Alhasil, peserta Indonesia dan Malaysia mengenakan bikini dengan model yang sama.

 

Source : republica.co.id

 

Lady Gaga (Foto: corbis)

Lady Gaga (Foto: corbis)
BELUM lama ini kita memperingati Hari Reformasi, yang 14 tahun lalu telah membawa kita, bangsa Indonesia, ke dalam demokrasi. Demokrasi yang identik dengan kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi, dan kebebasan-kebebasan lainnya itu kemudian membawa kita pada suatu bentuk baru kehidupan berbangsa dan bernegara dengan berbagai kemudahannya. Beralih dari reformasi tadi, saat ini bangsa Indonesia sedang ‘sibuk’ memperdebatkan apakah seharusnya atau tidak seharusnya, boleh atau tidaknya, seorang penyanyi internasional, Lady Gaga, untuk melakukan konser di Indonesia sebagai bagian dari rangkaian tur dunianya yang bertajuk “Born This Way Ball”.

Dengan alasan budaya yang tidak sesuai dengan budaya ketimuran Indonesia, beberapa pihak yang kontra menolak dengan keras pelaksanaan konser ini di Indonesia. Penolakan itu ditanggapi secara ‘keras’ dari pihak yang pro. Pro-kontra ini kemudian memanas dan tidak henti-hentinya memenuhi pemberitaan berbagai media baik cetak, televisi, maupun internet, menggusur isu-isu seperti korupsi, dan bencana alam. Berbagai isu lain tiba-tiba dengan sendirinya menjadi jauh lebih ‘sepele’ daripada kontroversi konser Lady Gaga. Mungkin kali ini saya tidak akan menyampaikan pendapat tentang boleh atau tidaknya rencana konser Lady Gaga dilanjutkan, karena saya justru lebih tertarik dengan sesuatu yang ada di balik ‘bola panas’ pro-kontra itu sendiri, dan hubungannya dengan moral demokrasi yang dibawa oleh reformasi tadi.

Panasnya kontroversi di kalangan masyarakat membuat saya merasa bahwa terlepas dari apakah seharusnya atau tidak seharusnya pihak penyelenggara melanjutkan rencana konser Lady Gaga di Indonesia, ada hal lain yang juga tidak kalah penting untuk diperhatikan terutama bagi masyarakat Indonesia secara umum, yaitu NKRI itu sendiri. Jangan-jangan, tercapainya keinginan salah satu kelompok (entah yang pro ataupun yang kontra) harus dibayar mahal dengan hilangnya rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Sampai saat ini, saya sendiri melihat polemik yang terjadi sudah cukup keterlaluan. Di satu sisi, penolakan pihak kontra dianggap kelewatan, apalagi dengan isu-isu bahwa salah satu pihak kontra konser Lady Gaga akan membeli ratusan tiket untuk menghentikan langsung konser itu “dari dalam”, yang tentu saja dikhawatirkan akan berakhir kekerasan. Tetapi kemudian di sisi lain, beberapa pihak pro konser Lady Gaga yang menganggap mereka keterlaluan ternyata juga kurang bisa menahan diri untuk tidak melakukan bentuk kekerasan yang lain seperti komentar-komentar di dunia maya yang sangat terlihat, maaf, kurang pantas.

Pada akhirnya toh para pengambil keputusanlah yang bisa memutuskan bagaimana keberlanjutan konser yang diributkan banyak pihak ini. Sebagai masyarakat, entah atas nama individu maupun kelompok tertentu, yang bisa kita lakukan hanya mempengaruhi keputusan itu. Dengan apa? Entahlah, yang pasti bukan dengan kekerasan atau menghujat keyakinan pihak-pihak tertentu. Selain tidak etis dan justru memperburuk citra kita sendiri, apalagi jika yang dihujat “hanya” pihak yang tidak punya kewenangan mengambil keputusan. Menghujat apalagi perilaku kekerasan tentu saja sangat tidak efektif dan hanya memunculkan masalah baru yang bisa jadi jauh lebih besar. Saya tidak sedang menganggap bahwa para pihak yang pro maupun kontra itu salah, tetapi saya hanya sedang menyesali beberapa hal dari cara-cara yang dilakukan pihak-pihak tersebut untuk menyampaikan pendapatnya yang menurut saya salah, dan sayangnya sangat tidak strategis, tidak efektif, sekaligus tidak efisien.

Sehingga kemudian, pemerintah sebagai pengambil keputusan menjadi pihak yang paling tepat dalam menyelesaikan hal ini. Penyelesaian tersebut tentu saja harus diambil dengan bijak dan mempertimbangkan banyak hal termasuk penyesuaian dengan nilai-nilai dan norma-norma hukum untuk menyelesaikan polemik ini. Lalu kemudian dengan tegas memastikan bahwa keputusan yang ada akan dipatuhi oleh semua pihak entah yang merasa diuntungkan maupun dirugikan. Lalu sebagai masyarakat, setelah usaha yang “sopan” untuk mempengaruhi keputusan pemerintah tentu saja, kita harus mendukung atau setidaknya menghormati keputusan tersebut.

Mungkin 14 tahun masih terlalu singkat dan membuat kita sebagai bangsa Indonesia masih harus banyak belajar. Bukan hanya belajar tentang hak apa yang dapat kita tuntut dan akan kita dapatkan dalam demokrasi, tetapi juga belajar mengenai moral, mengenai kewajiban yang harus kita lakukan untuk menjaga demokrasi ini tetap berjalan sebagaimana mestinya. Bagaimanapun, kita harus sadar bahwa kebebasan berpendapat dalam demokrasi bukan semata-mata kebebasan sekelompok pihak untuk melakukan apa yang ingin dilakukannya, karena Indonesia tidak berdiri di atas kepentingan satu golongan, sehingga perlu disadari bahwa kebebasan berpendapat juga berarti ada kelompok lain yang juga “bebas berpendapat” dan karenanya harus ada kemauan dari masing-masing golongan untuk saling menghormati.

Bukankah dari dulu, yang namanya “Bhinneka Tunggal Ika” itu selalu berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu jua,” bukan “berbeda-beda dan harus ngotot dengan kepentingan masing-masing?” Atau mungkin sudah berubah? Entahlah, saya harap tidak.

Shofi Nurul Himmah
Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Universitas Airlangga
Anggota Departemen Kebijakan Publik BEM KM Universitas Airlangga

http://kampus,okezone.com
Bubu (Foto: ist)

Bubu (Foto: ist)

JAKARTA- Pacar Syahrini, Raja Mohamad Syazni membantah dirinya pernah mengaku sebagai keturunan salah satu raja di Malaysia. Pria yang akrab disapa Bubu ini hanya mengakui dirinya kerabat dari Raja.

Pria yang diketahui bekerja sebagai sales ini pertama kali dikenalkan saat pernikahan adik Syahrini. Saat itu, Syahrini sempat melontarkan pria pujaannya merupakan keturunan Sultan Selangor, Malaysia. Namun, saat diwawancarai harian Metro Malaysia, Minggu 27 Mei 2012, Bubu menolak adanya pernyataan itu.

“Saya tak pernah mengaku saya cucu Sultan. Saya cuma beritahu mereka, saya adalah kerabat Diraja,” ujar Bubu seperti dikutip dari Harian Metro Malaysia, Senin (28/5/2012).

Pria 24 tahun ini juga membantah dirinya disebut sebagai pria keturunan Batak. Bubu menegaskan, dirinya orang Melayu asli dari Kuala Lumpur.

http://celebrity.okezone.com

Badai

Badai “Kerispatih” (Foto: Edi/Okezone)

JAKARTA Badai, personel band Kerispatih, mengaku belum dapat informasi secara resmi mengenai temuan jenazah di Sukabumi yang terdapat di dalamnya identitas Herman Suladji, mertuanya.

“Saya belum dapat informasi resmi dari tim DVi, saya tahu dari istri saya” ucap Badai saat dihubungi Okezone, Selasa (29/5/2012)

Dia menuturkan tidak mempercayai kabar yang menyebutkan ditemukannya jasad jenazah ayah dari istrinya itu. menurutnya Tim DVI Mabes Polri telah bekerja keras dalam menanggulangi korban kecelakaan Sukhoi sehingga ia lebih mempercayai hasil kerja dari tim identifikasi Polri itu. “saya enggak percaya kabar itu, saya percaya hasil dari tim DVI, mereka sudah bekerja keras selama ini,’ tukasnya.

Seperti diketahui, warga yang tergabung dalam Asosiasi Masyarakat Pengelola Hutan Bukan Kayu Indonesia (AMP HBKI) Sukabumi, Jawa Barat, menemukan tiga jenazah yang diduga korban kecelakaan pesawat Sukhoi, beberapa waktu lalu. Satu diantara tiga jenazah ditemukan utuh dari lokasi yang tak jauh dari lokasi ditemukannya pesawat Sukhoi. Jenazah yang utuh itu diduga warga negara Rusia. Sedangkan dua jenazah lainnya ditemukan dalam keadaan tidak utuh.

Dari dua jenazah yang tidak utuh itu ditemukan beberapa identitas dan tanda pengenal lainnya. Hasil penemuan itu diketahui terdapat beberapa tanda pengenal dari Capt. Herman Suladji yang merupakan mertua dari Badai “Kerispatih”.

http://celebrity.okezone.com

Headline

Karena menurutnya, bila konser tetap berjalan ditakutkan akan terjadi kerusuhan.

“Bagus, kalau beneran (konser Lady Gaga) nggak jadi. Soalnya apa yang saya lihat itu kondisinya sangat panas. Bisa berpotensi kisruh kalau nanti jadi dilaksanakan,” ujar Ki Kusumo, saat dihubungi, Senin (28/5).

Ancaman pembatalan konser dengan paksa oleh Fron Pembela Islam (FPI) dianggap Ki Kusumo bukan cuma gertak sambal. Dan apabila konser tetap berjalan dan FPI membuat kerusuhan, menurut produser filmThe Police itu, akibatnya akan sangat besar.

“Bisa dibayangkan kalau sekelompok orang yg berjumlah puluhan ribu, bentrok dengan yang berseberangan. Pasti efeknya akan sampai ke dunia internasional. Bisa dibayangkan, puluhan ribu massa yang menonton, dan puluhan ribu massa yang kontra yang mengancam akan menduduki tempat konser. Saya nggak bisabayangin deh,” sambung Ki Kusumo.

Ki Kusumo juga yakin, alasan pembatalan konser Lady Gaga bukan hanya karena ada tekanan dari FPI, namun karena alasan keamanan. Baik untuk keamanan Lady Gaga maupun kemanan penonton itu sendiri.

“Langkah dari Mabes Polri memang sudah benar, supaya tidak terjadi bentrok massa yang besar. Mungkin juga intelejen sudah melihat, kalau misalkan ini diizinkan dan dilanjutkan akan berimbas negatif. Lebih kepada status stabilitas nasional,” tutur Ki Kusumo.

http://artis.inilah.com

Titi Sjuman sepertinya tak bisa menerima pembatalan konser Lady Gaga. Ia masih berharap konser tersebut dipindah ke Bali.

“Aku sih berangan-angan konsernya dipindah, bukan di Jakarta. Misalnya di Bali karena nggak terlalu yang bagaimana,” ujar Titi ditemui di Manggarai, Jakarta Selatan, Minggu (27/5).

Menurut bintang film Mereka Bilang Saya Monyet itu, kontroversi konser Lady Gaga sebenarnya bisa dimusyawarahkan, tanpa membatalkan konser.

“Padahal sebenarnya (konser Lady Gaga) nggak masalah, harusnya bisa dikompromikan. Karena aku melihat ini kegiatan positif sebenarnya. Tapi aku nggak bisa memaksakan orang berpikir seperti aku. Ya, kalau ini tidak jadi, apa boleh buat,” katanya. [fei]

http://artis.inilah.com
Demam Girlband merambah di Indonesia, kini 7 alumni Pemilihan Puteri Indonesia, dibawah Yayasan Piteri Indonesia (YPI) bergabung membentuk Kelompok Vocal 7 PI atau 7 Puteri Indonesia, Mereka adalah Rika (Sumatera Barat 2010), Juwita (Babel 2010), Audrey (Maluku 2011), Mayang (Sulawesi Tenggara 2010),  Freska (NTT 2010), Monica (Sulawesi Utara 2011) & Adinda (Lampung 2011)

 

Setelah melalui audisi yang melibatkan para Finalis Puteri Indonesia dari berbagai angkatan, terpi;ihlah mereka ber 7 yang kemudian menjalani proses rekaman mini album. Dengan dibantu oleh aransemen dari Wiwik Soedarno, Gitaris Andry Mahadewa, Hengky (Drum), Bato (Bass) & Netta (Back Vocal), rekaman dan persiapan sudah berlangsung sejak bulan bulan awal tahun..Saat ini sudah 2 single yang mereka rampungkan “Satu Pelangi Cinta” dan “Wujudkan Mimpimu” untuk melengkapi rekaman Mini Album 6 lagu yang direncanakan beredar akhir tahun ini
7 PI mengambil kelompok vocal seperti AB Three (kini B 3), sebagai acuannya, lebih ke kelompok vocal.Bersiap siap saja menunggu gebrakan mereka. nantikan penampilan mereka di acara acara Grand Final Puteri Indonesia di berbagai propinsi mulai Juni 2012 nanti. Goodluck 7 PI =)

 

Inilah para personil 7 PI :

 

Adinda Putri Mirsyah – LAMPUNG 2011
 Pernah meraih salah satu gelar di Pemilihan Muli Mekhanai (Duta Wisata) Propinsi Lampung, Dinda yang juga kuliah di Universitas Lampung FE jurusan manajemen Keuangan ini hobbynya menari.
FRESKA GOUSARIO – NTT 
Mahasiswi Fakultas Ekonomi, Jurusan Ilmu Akuntansi Universitas Widya Mandira Kupang
Hobby : travelling & Menyanyi
JUWITA ANGGRAINI -BANGKA BELITUNG 2010

 

MAYANG SANDY UTAMI (Mayang) – SULTRA 2010
Mahasiswi Fakultas Ilmu Komputer D3 Universitas Amir Catur Sakti
Mayang yang tampil beda dengan rambut pendeknya ini mencatat prestasi sebagai pembawa bendera Paskibra Propinsi Sulawesi Tenggara 2010 dan Juara Harapan 1 Putri Mas Sultra 2009. Hobbynya? Menyanyi, Membaca, Menari

 

Audry Gabrielle Marsha Tentua – MALUKU 2011
Suka berkompetisi modelling dan pernah tergabung di drumband ST Ursula yang meraih Juara 1 Grand Prix Marching band se Indonesia. Peraih gelar Puteri Indonesia Kepulauan Indonesia Timur 2011 ini juga Mahasiswi FH Unika Atmajaya . Audrey sangat bersemangat mempromosikan potensi dan keindahan yang ada di Maluku.
RIKA PERTIWI ZULFI (Rika) – SUMBAR 2010
Rika yang lulusan London School ini kini bekerja menjadi seorang Business development suatu perusahaan pertambangan .Rika punya segudang prestasi yang telah didapatnya sejak ia berusia 3 tahun baik dalam bidang Entertainment (menyanyi, menari, modeling,dll), Pendidikan (arithmatika, mega brain, olimpiade IPA), Agama (qari’ah, pidato keagamaan, MTQ, dll),selain itu dara ini juga sibuk menjalankan bisnis bersama keluarga dan teman teman, aktif di berbagai organisasi, yayasan dan kegiatan sosial dan beberapa kali mendapatkan scholarship.
Monica Septiani Satriawan – SULAWESI UTARA 2011
Mahasiswi Fakultas ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Sam Ratulangi Menado ini punya seabrek prestasi juga di bidang modelling, selain punya hobby menyanyi.
http://www.indopageants.blogspot.com
Lady Gaga (Foto: reuters)

Lady Gaga (Foto: reuters)
JAKARTA– Batalnya konser Lady Gaga menuai banyak komentar kekecewaan. Situs jejaring sosial Twitter  menjadi tempat ajang orang melontarkan kekecewaan terhadap pembatalan konser yang rencananya akan digelar pada tanggal 3 Juni 2012 mendatang.

Salah satu komentar datang dari artis Christian Sugiono yang berada dipihak kontra atas gagalnya konser. “Jadi hari ini FPI semacam lebaran?,” tulis Christian Sugiono dalam akun Twitternya, Minggu (27/5/2012).

Vidi Aldiano juga tampak kecewa, karena alasan keamanan akhirnya penyanyi asal Amerika Serikat yang dijuluki Mother Monster tersebut membatalkan konser yang sejatinya adalah perdana.

“Yap. Sudah di-confirm ke orang Big Daddy barusan, Lady Gaga BATAL konser di Jakarta 🙁 . #IndonesiaStillWantsGaga,” tulis Vidi.

Salah satu personil SMASH, Morgan, pun turut mengungkapkan kekecewaannya. “What goes around.. comes around. Don’t worry GaGa, there will be next time :’) @ladygaga,” tulis Morgan.

Komentar sedikit pedas juga dilontarkan oleh salah satu masyarakat yang kontra dengan pembatalan Lady Gaga karena alasan keamanan.

“salut. Lady Gaga tidak mau kompromi dengan politik, fasis & orang munafik,” tulis pemilik akun twitter Aparatmati

http://music.okezone.com