Pilih Bahasa Anda
Selamat Membaca
How To Get Japaneses Name ?

Archive for the ‘Badminton’ Category

Baroness Sayeeda Warsi foto bersama anak-anak Aceh (Foto: Salman Madira)

Baroness Sayeeda Warsi foto bersama anak-anak Aceh (Foto: Salman Madira)

BANDA ACEH – Indonesia had become the ruler of the world badminton, before the fall. Baroness Sayeeda Warsi, a non-ministerial department of English is also well acquainted with it. “I know Indonesia was very good badminton. I wish they could hope to win it later,” said Warsi interrupted its activities see the kids practicing soccer on a football field Skep Lambaro, Banda Aceh, Thursday (31/05/2012).

According to the Indonesia Warsi good at playing badminton. Indonesia, he added, had triumphed in various world badminton arena of both the All-England up to the Olympics. “Indonesia will send an Olympic team in London and I hope they win,” said Warsi.

Yes, Indonesia is never claimed to be unbeatable in the sport of badminton. Together with China, we now dominate the badminton world. This country ever gave birth to the most feared victory over his opponents around the world, like Rudi Hartono, Lim Siew King, Susi Susanti and others. Similarly, men’s doubles shuttlers like Rexy Mainaky, Tony Gunawan, Ricky Subagja, Candra Wijaya who has skill above average and difficult to compete with any country.

Unfortunately all of that just a memory. Indonesia now increasingly muddy achievement. Latest, Indonesia failed in the Champions trophy 2012 Thomas and Uber.

http://sports.okezone.com

Sejumlah legenda bulutangkis Indonesia. (Foto: Randy Wirayudha)

Sejumlah legenda bulutangkis Indonesia. (Foto: Randy Wirayudha)
JAKARTA – Para pahlawan bulutangkis Indonesia melakukan petisi. Intinya, mereka meminta kepada PB PBSI untuk melakukan evaluasi demi kemajuan bulutangkis Indonesia.

Sejatinya, petisi-petisi semacam ini bukan yang pertama kalinya disampaikan para mantan atlet. Kali ini, jika tidak juga mendapat tanggapan dan langkah nyata perbaikan, para mantan pendekar raket ini siap untuk mengalihkan aduannya langsung ke pemerintah dan DPR, dalam waktu dekat.

Seperti diketahui, Tim Thomas dan Uber Cup Indonesia gagal melaju ke babak semifinal. Mereka sama-sama dikalahkan oleh Jepang di babak perempatfinal. Prihatin, sejumlah legenda bulutangkis membuat petisi yang intinya menuntut perbaikan di PB PBSI.

Ini memang bukan yang pertama kali dilakukan petisi. Jika tidak digubris, legenda bulutangkis Indonesia ini siap membawa masalah ini ke Menpora dan Komisi X anggota DPR.

“Kalau nantinya tak juga ada tanggapan, kita akan menghadap ke Kemenpora dan Komisi X, DPR,” tutur eks-srikandi Indonesia, Rosiana Tendean yang juga hadir dalam acara diskusi yang berlangsung di Jakarta, Senin (28/5/2012).

Lantas, untuk urusan mengadu ke pemerintah, legenda Ivana Lie yang juga staf khusus Kemenpora, siap membantu aduan petisi ini, semata-mata demi memajukan lagi cabang yang pernah menjadikan Indonesia, macan dunia itu.

“Langkah ini semata-mata untuk kemajuan bulutangkis kita. Awalnya memang akan kita laporkan rangkuman diskusi ini ke PBSI. Tapi jika tetap enggak ada respon, baru ke Kemenpora dan DPR. Masalahnya, kegagalan kita kemarinn sudah menjadi kepentingan masyarakat banyak dan sudah barang tentu harus menjadi perhatian pemerintah da DPR,” tandas Ivana.

http://sports.okezone.com
Sejumlah legenda bulutangkis Indonesia. (Foto: Randy Wirayudha)

Sejumlah legenda bulutangkis Indonesia. (Foto: Randy Wirayudha)
JAKARTA – Bulutangkis selama ini selalu menjadi cabang yang berprestasi. Tentu keterpurukan para delegasi Merah-Putih di arena Thomas-Uber Cup di Wuhan lalu, menjadi sorotan masyarakat dan juga para legenda raket Indonesia.

Para pahlawan macam Christia Hadinata, Rudi Hartono dan Liem Swie King, tak kuasa menahan keprihatinannya yang mendalam. Tentu bulutangkis Indonesia dinilai ada masalah, terutama ketika para atlet kita saat ini dianggap punya skill mumpuni tapi tetap belum memberi keharuman lagi bagi nama besar bangsa Indonesia.

Para legenda itu merasa akar masalahnya ada pada induk organisasi. Demi menyelamatkan martabat bulutangkis Indonesia, mereka berkumpul dan diskusi mereka menghasilkan petisi yang banyak menyoroti titik masalah ada.

Bukan ingin menyalahkan para atlet, tapi kegagalan kali ini – terutama tim Thomas yang untuk pertama kalinya tak mampu lolos ke semi final, terkesan mengejutkan dan mengecewakan masyarakat Indonesia yang menaruh harapan besar di pundak tim Thomas dan Uber.

Berikut isi petisi yang disampaikan legenda Djoko Supriyanto di Hotel Atlet Century Park, Senin Siang (28/5/2012):

1. Menuntut PB PBSI bertanggung jawan dengan mengevaluasi secara serius dan menyeluruh penyebab kegagalan tersebut, disertai dengan langkah konkret dan disampaikan ke publik.

2. Berbagai evaluasi para pengamat atas kegagalan tim Thomas-Uber seperti ketidakkompakan tim, kurangnya motivasi, kalah fisik dan sebagainya akibat buruknya persiapan. Hal ini terjadi karena adanya masalah besar di tubuh kepengurusan PB PBSI, yaitu terjadinya tumpang-tindih (overlapping) kewenangan yang telah lama terjadi dan dibiarkan terus terjadi.

3. Dengan waktu kepengurusan yang tersisa, kami mendesak PB PBSI untuk mengembalikan kewenangan setiap bidang sesuai tugas pokok dan fungsinya, serta fokus mempersiapkan atlet untuk Olimpiade London dengan sebaik-baiknya.

4. Meminta kepada PB PBSI untuk meninjau ulang keberadaan pelatih asing di pelatnas. Sudah hampir dua tahun keberadaannya tapi tak terlihat adanya perkembangan prestasi sesuai yang diharapkan. Bahkan keberadaannya cenderung merusak sistem yang ada.

5. Dengan semakin terpuruknya prestasi bulutangkis kita, tantangan perbulutangkisan ke depan semakin berat. Karena itu kami mengimbau kepada para pengurus provinsi sebagai pemilik suara dalam musyawarah nasional November mendatang, mencari figur ketua umum yang dapat menjawab tantangan dan melakukan terobosan lebih aktif.

6. Kami mengimbau dewan pengawas lebih aktif mengkritisi kinerja PBSI pusat dan daerah, demi kemajuan prestasi bulutangkis Indonesia.

7. Dalam kesempatan ini kami juga mengimbau kepada bapak Presiden, pemerintah (Kemenpora) dan Komisi X DPR-RI untuk lebih memperhatikan olahraga bulutangkis agar prestasi Indonesia kembali Berjaya dan menjadi parfum bangsa Indonesia yang semerbak wangi ke seantero dunia.

http://sports.okezone.com
Hayom Dionysius Rumbaka mencatat sejarah buruk di Wuhan/Getty Images

Hayom Dionysius Rumbaka mencatat sejarah buruk di Wuhan/Getty Images
JAKARTA – Permasalahan dalam tubuh PB PBSI juga ditengarai menjadi problematika jebloknya prestasi bulutangkis nasional. Terlepas dari pencapaian ganda campuran Lilyana Natsir/Tontowi Ahmad, bulutangkis Indonesia tengah dilanda prahara.

Bahkan, salah satu legenda , Imelda Wiguna yang hadir dalam diskusi evaluasi Thomas-Uber Cup di Hotel Atlet Century siang tadi, menyatakan PBSI tengah dalam masa penyakitan yang luar biasa. Karena dianggap pengurusnya tidak mumpuni, PBSI pun didesak melakukan perubahan besar, terutama saat musyawarah nasional, November mendatang.

“Saya ingin pertemuan ini (diskusi dengan SIWO-PWI Pusat dan mantan pebulutangkis nasional), tidak percuma. Kita ingin pertemuan ini mencapai hasil. Buat saya, PBSI sedag ‘sakit’. Kalau sakit kan kita butuh diagnose dan obat yang tepat,” tutur Imelda.

“Selama ini, jika kita gagal hanya ada sekedar evaluasi, enggak ada tindakan. Apalagi evaluasinya dilakukan orang-orang (pengurus) yang enggak capable. Kalau sampai petisi kita ini enggak didengar, pastinya sedih berat. Nangis ‘bombay’ kita (mantan pebulutangkis) semua,” lanjutnya berseloroh.

Dualisme di PBSI juga amat dirasakan legenda lainnya, Ivana Lie. Ivana yang kini menjabat staf khusus Kemenpora, menilai adanya ketimpang-tindihan kewenangan di tubuh PBSI.

“Akibat adaya tumpang-tindih ini, akibatnya banyak kebijakan dan keputusan yang enggak tepat. Apalagi datangnya dari bukan pihak yang berwenang (dewan pembinaan PBSI) dan juga pelatih yang bersangkutan,” timpal Ivana.

Sementara lontaran kata-kata yang tak kalah nyaring, juga diembuskan salah satu pelatih di pelatnas Cipaayung, Richard Mainaky. Richard pun menyesali adaya dualisme pelatnas yang ada di tubuh PBSI sekarang ini, ‘berkat’ adanya sokongan dari ‘sponsor’ lain.

“Ada dualisme pelatnas di sana (Cipayung), ada pelatnas (nomor) ganda dan tunggal. Buat saya itu sama saja ‘Pelata’, alias pelatihan wisata,” celetuknya.

“Jadi bagaimana mau kompak? Jika terus begini ya, hanya segini (kegagalan tim Thomas-Uber) hasilnya, enggak bisa lebih,” lanjut Richard.

PBSI dikabarkan tengah melakukan evaluasi terhadap tim Thomas-Uber. Tapi anehnya, evaluasi tersebut tak dilakukan di negeri sendiri, melainkan di China tanpa keikutsertaan para personil Thomas dan Uber. Maestro raket, Alan Budi Kusuma yang turut hadir pun, merasa skeptis dengan evaluasi yang dilakukan pengurus di negeri tirai bambu itu.

“Memang kegagalan kemarin harus segera dievaluasi, tapi bagi saya enggak ada hasil yang kelihatan tuh. Saya sampai bingung sendiri, evaluasi kok di China tanpa pemain. Saya juga enggak tahu apakah tim pelatihnnya juga ikut,” lugas suami srikandi bulutangkis, Susi Susanti itu.

Memang, sepertinya ada yang salah dengan kepengurusan PBSI saat ini. Rudi Hartono selaku mantan pengurus yang juga salah satu ‘suhu’ bulutangkis Indonesia, mengimbau agar pengurus saat ini lebih baik turun

Cai Yun/Fu Haifeng (Foto: Getty Images)

Cai Yun/Fu Haifeng (Foto: Getty Images)
WUHAN – Seperti halnya finalis Uber Cup, dua tim yang lolos ke final Piala Thomas juga menampilkan duel dua tim Asia Timur, Korea Selatan (Korsel) dan tuan rumah China. Tim Korsel menapak final dengan mengalahkan Denmark 3-1. Sementara China mengandaskan Jepang, 3-0.

Korsel yang lebih dulu memainkan partai semi final lama tadi, sempat kepayahan di pertandingan pertama di nomor tunggal putra. Wakil Korsel, Lee Hyun Il meski menang, tapi sempat dipaksa bermain tiga set oleh Peter Hoeg Gade. Lee menang 17-21 21-14 dan 21-10.

Sementara Denmark sempat menyamakan skor menjadi 1-1 melalui kemenangan dari ganda putra Carsten Mogensen/Mathias Boe. Mogensen/Boe tanpa kesulitan membungkam Yoo Yeon Seong/Ko Sung Hyun dengan dua set, 21-10 dan 21-12.

Tapi skor kembali berubah 2-1 untuk keuntungan tim negeri ginseng tersebut, via kemenangan dari sektor tunggal putra lainnya, Shon Wan Ho. Shon yang menempati peringkat 14 dunia, mengemas poin kedua Korsel dari Jan Jorgensen dengan rubber set, 21-13 14-21 dan 21-16.

Akhirnya, Korsel menentukan tiket ke final, setelah ganda putra keduanya mengubah skor menjadi 3-1 lewat pertarungan rubber set. Lee Yong Dae/Kim Sa Rang menang 11-21 21-19 dan 21-15 atas Jonas Rasmussen/Joachimk Fischer-Nielsen.

Sementara, duel dua tim Asia Timur lainnya juga terjadi antara China dan Jepang. Berlainan hasil dengan perang Sino I dan II yang terhadi dahulu kala di antara keduanya, di altar Thomas Cup ini, China-lah yang unggul segala-galanya dari tim matahari terbut itu.

Sho Sasaki menjadi korban pertama dari apiknya performa para pebulutangkis China. Adalah Lin Dan yang menyumbang poin perdana dengan memenangkan laga pertama, 23-21 dan 21-17. Next, ganda unggulan Cai Yun/Fu Haifeng sukses mendikte Shoji Sato/Naoki Kawamae dengan kemenangan 25-23 dan 21-16.

Wakil muda China, Chen Long pun menutup semi final kedua ini – juga – dengan dua set langsung. Kenichi Tago tak berdaya di hadapan Chen usai mengemas tiket ke final dengan kemenangan 21-13 dan 21-16.

http://sports.okezone.com

JAKARTA – Semenjak naik kelas menjadi Superseries Premier, Djarum Indonesia Open 2012 menjanjikan kompetisi yang lebih menarik dan ketat. Bahkan, hadiah yang akan diberikan pada kali ini jauh lebih besar, dengan kualitas penyelenggaraan tingkat internasional.

Dalam turnamen ini, penghuni rangking 10 besar dunia wajib hadir dan memberikan permainan terbaiknya, demi meraih gelar juara dan memperebutkan hadiah sebesar 650 ribu dolar Amerika Serikat.

Djarum Indonesia Open (DIO) Premier Superseries tahun ini sendiri akan berlangsung pada tanggal 12-17 Juni mendatang. Serangkaian acara menarik pun akan digelar di ruang publik untuk menyambut kejuaraan bulutangkis Internasional yang digadang-gadang sebagai turnamen bergengsi diantara kejuaraan lainnya di Indonesia.

Rangkaian acara tersebut bakal digelar di Jakarta dan Bandung, dimulai dari Matrix Badminton, lalu DIO Action, Badminton Freak, dan terakhir Celebrity Smash.

Seperti tahun sebelumnya, Celebrity Smash akan mengundang pebulutangkis nasional, legenda bulutangkis, serta sederetan selebritis untuk bermain bulutangkis bersama di tengah mal.

Hari ini, Sabtu (26/5/2012), Gandaria City Mall menjadi tempat kemeriahan itu. Para legenda bulutangkis seperti Sigit Budiarto, Haryanto Arbi, dan Chandra Wijaya akan hadir.

Ada pula pasangan ganda campuran andalan Indonesia, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, juga sejumlah selebritis seperti Gading Marten, Arumi Bachsin, Denny Sumargo, Sylvia Fulli, dan Chantal Della Conchetta.

http://sports.okezone.com

(Dari kiri ke kanan) Tontowi Ahmad, Lilyana Natsir, Sigit Budiarto, dan Chandra Wijaya meriahkan acara Celebrity Smash di Mall Gandaria City, Jakarta, Sabtu (26/5/2012)/M. Indra Nugraha (Okezone)

(Dari kiri ke kanan) Tontowi Ahmad, Lilyana Natsir, Sigit Budiarto, dan Chandra Wijaya meriahkan acara Celebrity Smash di Mall Gandaria City, Jakarta, Sabtu (26/5/2012)/M. Indra Nugraha (Okezone)
JAKARTA – Legenda bulutangkis Indonesia kembali beraksi dilapangan bersama para juniornya dan juga kalangan selebritis. Laga ini dilakukan untuk menyambut turnamen Djarum Indonesia Open Premier Superseries 2012 bulan Juni mendatang.

Djarum Indonesia Open (DIO) Premier Superseries tahun ini sendiri akan berlangsung pada tanggal 12-17 Juni mendatang. Serangkaian acara menarik pun akan digelar di ruang publik untuk menyambut kejuaraan bulutangkis Internasional, salah satunya Celebrity Smash.

Sama halnya dengan tahun lalu, Celebrity Smash kembali mengundang pebulutangkis nasional, legenda bulutangkis, serta sederetan selebritis untuk bermain bulutangkis bersama di dalam mal.

Para legenda bulutangkis yang hadir antara lain, Sigit Budiarto, Haryanto Arbi, dan Chandra Wijaya. Ada ganda campuran Indonesia saat ini, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir.

Sedangkan, di kalangan selebritis, adalah Gading Marten, Arumi Bachsin, Sylvia Fulli, Chantal Della Conchetta, serta pebasket nasional, Denny Sumargo.

Selain untuk meyambut gelaran DIO Premier Superseries, Celebrity Smash ini juga dilaksanakan karena tinggi animo masyarakat dalam acara Celebrity Smash. Hal tersebut diungkapkan oleh perwakilan dari PT Djarum selaku pihak penyelenggara, Roland Halim.

“Kami melihat animo dan antusiasme pada Celebrity Smash masih sangat tinggi. Bulutangkis sebagai salah satu cabang olahraga kebanggaan Indonesia, ternyata masih mendapat tempat di hati masyarakat, ” ungkap Roland.

“Kami yakin dukungan dari masyarakat yang begitu besar juga dapat menjadi motivasi bagi para atlet. Kami harap, pada Djarum Indonesia Open mendatang, akan muncul harapan-harapan baru yang berhasil membawa nama harum Indonesia di mata dunia Internasional,” sambungnya.

Salah satu pertandingan yang menarik adalah saat pasangan Tontowi/Liliyana menghadapi pasangan Sigit/Chandra. Laga sendiri hanya dilakukan sebanyak dua game, dalam game pertama dimenangkan oleh Sigit/Chandra, dan di game kedua oleh Tontowi/Liliyana dengan skor 20-16.

http://sports.okezone.com
Pebulutangkis putri andalan China Wang Yihan memberi applaus kepada penonton usai membawa timnya unggul/Getty Images

Pebulutangkis putri andalan China Wang Yihan memberi applaus kepada penonton usai membawa timnya unggul/Getty Images
WUHAN – China tanpa kesulitan menggulung Korea Selatan 3-0 di final Piala Uber. Negeri Tirai Bambu itu pun sukses balas dendam kepada Korsel.

Dua tahun lalu di Kuala Lumpur, Malaysia, Korsel secara mengejutkan sukses menjungkalkan dominasi China di ajang beregu bulutangkis putri ini. Saat itu Korsel berhasil menang 3-1.

Itulah satu-satunya gelar Uber bagi Negeri Ginseng. Sebaliknya bagi China, kegagalannya saat itu membuat mereka tak mampu meneruskan dominasinya yang telah meraih Piala Uber sebanyak enam kali berturut-turut.

Pada final yang digelar di Wuhan Sport Complex Gymnasium, Sabtu (25/5) sore ini waktu setempat, China tak ingin mengulangi kesalahannya. Menampilkan Wang Yihan yang merupakan peringkat satu dunia ini sebagai tunggal pertama, Wang menang rubber set atas Sung Ji Hyun 14-21, 22-20, 21-13 selama satu jam 26 menit.

Di partai kedua, pasangan ganda Yu Yang/Wang Xiaoli sukses menambah keunggulan setelah menekuk Kim Min Jung/Ha Jung Eun straight set 21-15, 21-13 dalam waktu 55 menit.

China akhirnya memastikan titel Piala Uber setelah tunggal keduanya Wang Xin menang dua set langsung atas Bae Youn Joo 21-10, 21-16 hanya dalam waktu 39 menit.

Bagi Negeri Tirai Bambu tersebut, gelar ini merupakan yang ke-11 sekaligus menjadi yang terbanyak di antara negara-negara lain. Hebatnya sejak 1984 silam, para srikandi-srikandi bulutangkis China tak pernah gagal masuk ke final.

Luar biasanya lagi, dalam 14 kesempatan tampil di final, China hanya gagal juara sebanyak tiga kali.

Pesaing terdekat China adalah Jepang dengan lima gelar juara meski mereka terakhir kali meraihnya pada 1981 silam. Indonesia dan Amerika Serikat menyusul dengan tiga gelar.

Berikut hasil lengkap final Piala Uber China vs Korea Selatan:
Tunggal 1: Wan Yihan vs Sung Ji Hyun 2-1 14-21, 22-20, 21-13
Ganda 1: Yu Yang/Wang Xiaoli vs Kim Min Jung/Ha Jun Eun 2-0 21-15, 21-13
Tunggal 2: Wan Xin vs Bae Youn Jo 2-0 21-10, 21-16
Ganda 2: Zhao Yunlei/Tian Qing vs Jung Kyung Eun/Kim Ha Na (tidak dipertandingkan)
Tunggal 3: Li Xuerui vs Hwang Hye Youn (tidak dipertandingkan)

http://sport.okezone.com

JAKARTA – Tim Thomas dan Uber Indonesia akhirnya harus pulang lebih cepat ke tanah air dikarenakan gagal mencapai babak final. Mantan pebulutangkis Indonesia, Chandra Wijaya menilai bahwa hal tersebut terjadi karen kurangnya persiapan dari tim merah putih.

Seperti diketahui, pasukan merah putih harus memupus mimpinya untuk berlaga di babak final. Pasalnya, Tim Thomas dan Uber Indonesia tidak mampu menandingi kekuatan tim Jepang dengan skor akhir 3-2.

Chandra meras bahwa tim Indonesia tidak memiliki komunikasi yang baik secara tim keseluruhan. Pebulutangkis berumur 36 tahun ini juga menilai bahwa semua ini harus segera dibenahi.

“Kemarin (Thomas dan Uber Cup) tentu saja sangat disayangkan (hasilnya). Mungkin, persiapan kurang dan harus lebih terbuka. Jadi, komunikasilah intinya, mungkin ada sedikit miss (communication), ” ujarnya kepadanya wartawan di Gandaria City Mall, Sabtu (26/5/2012).

“Persiapan tim kurang dipersiapkan dan mungkin harus ada sistem yang dibenahi. Kita intropeksi dan evaluasi kembali semuanya,” sambungnya.

Sebagai insan bulutangkis, Chandra juga mengaku prihatin akan prestasi yang diraih oleh tim saat ini.

“Dulu sangat bagus dan sekarang sangat menurun (prestasinya). Saya cukup prihatin bukan hanya dalam mengomentari atau mengkritisi saja. Jadi, sebagai insan bulutangkis cukup sedih akan prestasi Indonesia saat ini, ” ungkapnya.

Chandra juga merasa tim Thomas yang harus lebih diperhatikan. “Saya kira tim Thomas harus diperhatikan. Soalnya, tim uber lebih baik saya rasa,” pungkasnya.

http://sport.okezone.com

JAKARTA – Denny Sumargo yang dikenal sebagi atlet basket kali ini mencoba bermain  bulutangkis. Hal ini terjadi dalam acara Celebrity Smash.

Ya, acara yang digelar untuk menyambut turnamen Djarum Indonesia Open Premier Superseries 2012 bulan Juni mendatang ini memang menghadirkan kalangan selebritis. Diantaranya adalah Gading Marten, Arumi Bachsin, Sylvia Fulli, Chantal Della Conchetta, serta pebasket nasional, Denny Sumargo.

Untuk atlet bulungtangkis sendiri ada pasangan ganda campuran Indonesia saat ini Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir.

Denny menilai bulungtangkis adalah olahraga yang menguras stamina beda halnya dengan basket. Bahkan, ia menyepertikan olahraga ini seperti seorang pria yang menanti kelahiran anaknya.

“Badminton ini kalau dianalogikan seperti suami yang lagi nunggu istrinya melahirkan, harus siaga terus,” ujar Denny di Gandaria City Mall (26/05/2012).

Pria kelahiran Makassar ini menilai kalau Bulutangkis sudah kurang peminatnya. Berbeda dengan yang ia lihat waktu kecil.

“Zaman dulu ngga cuma cowok, tapi cewek-cewek juga main bulutangkis. Tapi, kalau sekarang kayanya udah mulai berkurang,”tutur Denny kepada para wartawan.

Dalam acara Celebrity Smash kali ini juga menghadirkan para legenda Bulutangkis diantaranya, Sigit Budiarto, Chandra Wijaya, Tri Kusharjanto, dan Hariyanto Arbi. Denny sendiri mengaku kagum dengan para legenda tersebut.

“Dulu saya ikuti pertandingan dari Rudi Hartono, Haryanto Arby, Alan Budikusumah, Susi Susanty. Mereka benar-benar atlet yang berkualitas dan mampu mengharumkan nama bangsa,” pujinya.

http://sport.okezone.com