Pilih Bahasa Anda
Selamat Membaca
How To Get Japaneses Name ?
Latar Belakang
Tingkat persaingan sumber daya manusia (SDM) di pasar kerja nasional dan internasional terus meningkat seiring dengan peningkatan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi baru pada berbagai bidang usaha, serta kebutuhan tingkat profesionalisme (knowledge, hard skill, soft skill) yang semakin tinggi (HELTS 2003 – 2010).
Seiring dengan mewujudkan visi Depdiknas, Menciptakan Manusia Indonesia Cerdas Komprehensif dan Kompetitif, Direktorat Akademik Direktorat Jenderal Pendidikan Depdiknas merumuskan kebijakan dan pembinaan kepada mahasiswa agar mampu menjadi insan Indonesia yang bermutu dan kompetitif. Salah satu usaha pembinaan tersebut adalah melalui kompetisi debat Bahasa Inggris, yang telah dirumuskan dalam National University English Debating Championship (NUEDC).
Debat bahasa Inggris sudah menjadi kebutuhan dunia akademik mahasiswa. Tuntutan kompetensi penguasaan pengetahuan global menjadi salah satu alasan mengapa debat bahasa Inggris perlu menjadi bagian akademik mahasiswa. Di saat negara-negara berkembang mewajibkan muatan debat bahasa Inggris ke dalam kurikulum pendidikan mereka, Indonesia perlu terus menjadikan debat bahasa Inggris sebagai bagian kajian akademik, dalam bentuk apapun.
Debat bahasa Inggris menuntut mahasiswa tidak hanya mampu mengungkapkan ide dalam bahasa Inggris, tetapi juga menuntut mahasiswa mampu menguasai pengetahuan global, menganalisis, membuat judgement, dan meyakinkan publik. Di dalam debat bahasa Inggris, mahasiswa akan dihadapkan persoalan-persoalan nyata yang dihadapi suatu masyarakat atau bangsa. Di sini, mahasiswa harus mampu berposisi dan meyakinkan publik bahwa posisi mereka benar dan tepat. Oleh karena itu, debat bahasa Inggris merupakan media yang tepat dalam melatih kemampuan negosiasi dan argumentasi mahasiswa dalam skala internasional. Sudah tepat jika institusi pendidikan di Indonesia melaksanakan lomba debat bahasa Inggris antar mahasiswa dalam rangka internalisasi semangat kompetisi positif yang bermuatan tuntutan kemampuan komunikasi dan argumentasi.
Tujuan
a. Meningkatkan daya saing lulusan perguruan tinggi melalui media debat ilmiah, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris lisan , dan menciptakan iklim kompetitif.
b. Meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam penguasaan bahasa inggris secara baik dan benar, sehingga mahasiswa mampu bersaing ditingkat nasional maupun international
Sasaran
Sasaran NUEDC adalah semua mahasiswa aktif S1 atau DIII di Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional.
II. SISTEM DAN MEKANISME PERLOMBAAN
A. Sistem Lomba
Sistem yang digunakan dalam NUEDC adalah sistem British Parliamentary (BP). Sistem ini adalah sistem yang digunakan dalam World University Debating Championship (WUDC) atau Lomba debat bahasa Inggris tingkat dunia. Penjelasan tentang system ini terdapat dalam lampiran. NUEDC tingkat nasional memiliki beberapa babak berikut:
a. Preliminary Rounds. Ini merupakan babak penyisihan. Terdapat 5 (lima) kali babak penyisihan di NUEDC tingkat nasional, artinya semua tim akan melalui lima kali debat. 32 (tigapuluh dua) tim terbaik hasil dari penyisihan akan maju ke babak berikutnya.
b. Octofinal Rounds. Ini merupakan babak hasil seleksi 32 tim terbaik dari penyisihan. Babak ini merupakan babak gugur, artinya tim hanya melakukan sekali perdebatan. Terdapat 8 (delapan) ruang debat. Masing-masing ruang terdiri atas 4 (empat tim). 2 (dua) tim terbaik dari masing-masing ruang akan maju ke babak selanjutnya.
c. Quarter Final Rounds. Babak ini merupakan babak perempat final. Dalam babak ini, terdapat 16 tim yang berdebat di dalam empat ruang debat. 2 (dua) tim terbaik di masing-masing ruang akan maju ke babak berikutnya.
d. Semifinal Rounds. Babak ini mempertemukan 8 tim terbaik yang terbagi dalam dua ruang debat. 2 (dua) tim terbaik dari maisng-maisng ruang akan maju ke babak selanjutnya.
e. Grand Final Round. Babak ini merupakan babak puncak yang mempertemukan 4 (empat) tim terbaik. Dari babak ini, akan dipilih Juara 1,2,3, dan 4.
Untuk NUEDC tingkat Kopertis, sistem perlombaan adalah sebagai berikut:
a. Preliminary Rounds. Ini merupakan babak penyisihan. Terdapat 3 babak penyisihan untuk jumlah tim maksimal 32 tim. 16 tim terbaik berhak maju ke babak selanjutnya.
b. Quarter Final Rounds. Babak ini merupakan babak perempat final. Dalam babak ini, terdapat 16 tim yang berdebat di dalam empat ruang debat. 2 (dua) tim terbaik di masing-masing ruang akan maju ke babak berikutnya.
c. Semifinal Rounds. Babak ini mempertemukan 8 tim terbaik yang terbagi dalam dua ruang debat. 2 (dua) tim terbaik dari maisng-maisng ruang akan maju ke babak selanjutnya.
d. Grand Final Round. Babak ini merupakan babak puncak yang mempertemukan 4 (empat) tim terbaik. Dari babak ini, akan dipilih Juara 1 dan 2 untuk mewakili Kopertis ke tingkat Nasional.
B. Mekanisme Perlombaan
NUEDC melalui beberapa tahap perlombaan berikut:
a. Tingkat Kopertis
Sebanyak 12 Kopertis di Indonesia wajib melakukan lomba debat dengan system yang sama dengan NUEDC. Peserta NUEDC tingkat Kopertis adalah Peruguruan Tinggi Swasta di area masing-masing Kopertis. 2 (dua) tim terbaik di masing-masing Kopertis berhak maju ke tingkat nasional.
b. Tingkat Nasional
Di tingkat nasional, peserta NUEDC terdiri atas wakil-wakil dri PTN dan PTS (hasil seleksi tingkat Kopertis). NUEDC tingkat nasional akan diikuti maksimal 106 tim.
c. Tngkat Internasional
Empat tim terbaik di NUEDC tingkat nasional berhak mewakili Indonesia ke lomba debat bahasa Inggris tingkat dunia di WUDC.

III. PESERTA
A. Syarat Peserta
a. Peserta adalah mahasiswa S1 atau DIII aktif perguruan tinggi di bawah binaan/pengelolaan Depdiknas.
b. Satu tim terdiri atas dua debaters dan 1 (satu) calon adjudicator.
c. Debater wajib mengikuti seminar on debating.
d. Anggota tim tidak boleh diganti.
e. Anggota tim masih berstatus mahasiswa S1 atau DIII sampai saat pengiriman ke tingkat dunia, dengan batas usia maksimum 25 tahun.
B. Pendaftaran Peserta
a. Peserta mendaftar ke panitia NUEDC dengan menunjukkan surat tugas dari perguruan tinggi masing-masing.
b. Perguruan Tinggi Negeri berhak diwakili oleh 1 (satu) tim.
c. Perguruan tinggi Swasta harus menunjukkan bukti telah menjadi juara 1 (satu) atau 2 (dua) di tingkat Kopertis.
A. Acara dalam NUEDC adalah sebagai berikut:
a. Upacara Pembukaan.
b. Seminar on Debating. Merupakan pertemuan teknis antar tim peserta. Materi seminar adalah penjelasan system dan strategi perlombaan
c. Seminar on Adjudicating. Seminar ini merupakan ajang akreditasi bagi calon adjudicator. Materi dalam seminar ini adalah tata cara penilaian. Seminar ini diikuti dengan tes bagi calon adjudicator. Seminar ini diadakan bersamaan waktunya dengan seminar on debating.
d. Preliminary Rounds.
e. Octofinal Rounds.
f. Quarterfinal Rounds.
g. Semifinal Rounds.
h. Grand Final Rounds.
B. Jadwal Kegiatan
Jadwal kegiatan NUEDC adalah sebagai berikut:
No Kegiatan Waktu
1 Sosialisasi NUEDC Maret – April
2 Seleksi tingkat masing-masing Perguruan Tinggi Negeri Mei
3 Seleksi tingkat Kopertis (untuk PTS) Mei
4 Pendaftaran NUEDC tingkat nasional Juni-Juli
5 Pelaksanaan NUEDC tingkat nasional Agustus
6 Pembinaan delegasi Indonesia ke tingkat dunia September
7 Pengiriman ke tingkat dunia Desember
8 Evaluasi Desember
VII. PENGHARGAAN
Tim pemenang I, II, III, dan IV di NUEDC tingkat nasional akan mendapat penghargaan sebagai berikut:
a. Sertifikat
b. Bantuan Modal Kerja
c. Pengiriman tim ke tingkat dunia.
source: dikti.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=282&Itemid=1 brought to you bylomba

Leave a Reply