Pilih Bahasa Anda
Selamat Membaca
How To Get Japaneses Name ?
Johnny Tapia (Foto: Reuters)

Johnny Tapia (Foto: Reuters)
NEW MEXICO – Juara dunia tinju lima kali, Johnny Tapia pada hari Minggu (27/5/2012) ditemukan tewas di rumahnya kawasan Albuquerque, New Mexico. Tapia meninggal dalam usia 45 tahun dan penyebab kematiannya belum diketahui secara pasti.

Tapia terkenal sebagai petinju yang tak jarang terlibat penggunaan kokain dan dia juga memiliki masa kecil yang traumatis, meski dinilai dianugerahi bakat bertinju yang luar biasa.

Polisi sendiri masih menyelidiki penyebab kematian petinju berkebangsaan Amerika Serikat ini. Namun, beredar kabar Tapia tewas karena overdosis penggunaan obat-obatan terlarang.

Kepolisian Albuquerque memang sempat dipanggil ke rumah Tapia pada Minggu malam, di mana mereka menemukan Tapia masih dalam keadaan sadar, tapi menurut juru bicara Kepolisian Albuquerque, Robert Gibbs tak lama kemudian petinju bergaya ortodoks itu langsung meninggal dunia.

Tapia yang dijuluki ‘Mi Vida Loca’ atau ‘Hidup Saya Gila’ adalah petinju yang terkenal di tahun 80-an, dan dia memenangkan lima sabuk juara dunia tinju di tiga kelas berbeda: kelas terbang super, bantam dan bulu.

Catatan terakhirnya dalam karier tinju profesionalnya adalah meraih 59 kemenangan, lima kali kalah, dan dua kali seri. Tapia juga mencatatkan 30 kali kemenangan knock-out.

Pada tahun 2007, dia merencanakan comeback untuk menghadapi Ilido Julio. Tapi, sebulan kemudian Tapia ditemukan tak sadarkan diri karena overdosis kokain dan akhirnya ditahan karena melanggar pembebasan bersyaratnya yang juga akibat kasus yang sama.

Tapia lahir dan dibesarkan di Albuquerque, New Mexico. Ayahnya dibunuh ketika ibunya sedang mengandung dirinya. Kemudian, saat Tapi berusia delapan tahun, ibunya juga dibunuh secara brutal oleh orang tak dikenal.

http://sports.okezone.com

Leave a Reply